Negosiasi Nuklir Sepakat atau Tidak, AS Tetap Musuh Iran
Rabu, 24 Desember 2014 - 15:46 WIB
Negosiasi Nuklir Sepakat atau Tidak, AS Tetap Musuh Iran
A
A
A
TEHERAN - Pejabat senior Iran menyatakan, hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) tidak akan normal alias tetap bermusuhan, terlepas sepakat atau tidaknya negosiasi nuklir Teheran.
“Iran dan AS dapat berperilaku dengan cara yang mereka (sendiri), tidak menggunakan energi mereka terhadap satu sama lain,” kata Ali Shamkhani, Sekretaris Tertinggi Dewan Keamanan Nasional Iran kepada Financial Times.
”Semuanya akan tergantung pada kejujuran Amerika dalam pembicaraan nuklir,” ujarnya. ”Kita tidak akan mati jika tidak ada kesepakatan, dan kami tidak tidak akan masuk surga jika kita mencapai kesepakatan (nuklir).”
Iran telah terlibat dalam pembicaraan terkait krisis nuklir Teheran dengan enam negara kekuatan dunia atau P5+1. Yakni, AS, Inggris, Prancis, Rusia, China dan Jerman. Perundingan nuklir tersebut sudah berlangsung secara bertahap lebih dari setahun.
Sebelum ada perundingan nuklir yang dimulai sejak 2013, pemerintah AS dan Iran tidak berkomunikasi secara langsung sejak revolusi Iran pecah tahun 1979.
Ditanya, apakah Teheran kemungkinan bersedia untuk menormalkan hubungan diplomatik dengan Washington setelah kesepakatan nuklir, Shamkhani menjawab tegas; "Tidak.”
”Negosiasi hanya untuk masalah nuklir,” lanjut dia, yang dilansir Jerusalem Post, Rabu (24/12/2014).
Presiden Iran, Hassan Rouhani, yang dikenal moderat, pernah membuat heboh publik Teheran beberapa waktu lalu. Yakni, dia melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden AS, Barack Obama. Hal itu sempat dikritik Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
“Iran dan AS dapat berperilaku dengan cara yang mereka (sendiri), tidak menggunakan energi mereka terhadap satu sama lain,” kata Ali Shamkhani, Sekretaris Tertinggi Dewan Keamanan Nasional Iran kepada Financial Times.
”Semuanya akan tergantung pada kejujuran Amerika dalam pembicaraan nuklir,” ujarnya. ”Kita tidak akan mati jika tidak ada kesepakatan, dan kami tidak tidak akan masuk surga jika kita mencapai kesepakatan (nuklir).”
Iran telah terlibat dalam pembicaraan terkait krisis nuklir Teheran dengan enam negara kekuatan dunia atau P5+1. Yakni, AS, Inggris, Prancis, Rusia, China dan Jerman. Perundingan nuklir tersebut sudah berlangsung secara bertahap lebih dari setahun.
Sebelum ada perundingan nuklir yang dimulai sejak 2013, pemerintah AS dan Iran tidak berkomunikasi secara langsung sejak revolusi Iran pecah tahun 1979.
Ditanya, apakah Teheran kemungkinan bersedia untuk menormalkan hubungan diplomatik dengan Washington setelah kesepakatan nuklir, Shamkhani menjawab tegas; "Tidak.”
”Negosiasi hanya untuk masalah nuklir,” lanjut dia, yang dilansir Jerusalem Post, Rabu (24/12/2014).
Presiden Iran, Hassan Rouhani, yang dikenal moderat, pernah membuat heboh publik Teheran beberapa waktu lalu. Yakni, dia melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden AS, Barack Obama. Hal itu sempat dikritik Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
(mas)