Pentolan OPM Minta Jokowi Merdekakan Papua atau RI Malu

Senin, 01 Desember 2014 - 08:44 WIB
Pentolan OPM Minta Jokowi...
Pentolan OPM Minta Jokowi Merdekakan Papua atau RI Malu
A A A
JAKARTA - Salah satu pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Filep Karma, minta Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memberikan kemerdekaan bagi Papua secara sukarela.

Filep telah dipenjara 10 tahun dari vonis 15 tahun penjara setelah dia menyerukan pengibaran bendera “Bintang Kejora” pada tahun 2004.

Kepada media Australia, Filep mengaku telah meminta Jokowi agar sukarela memberikan kemerdekaan kepada Papua Barat sehingga Indonesia tidak malu di forum internasional.

Dia melakukan wawancara dengan Fairfax Media ketika dizinkan keluar dari penjara sesaat pada 15 November 2014 untuk menghadiri pernikahan putrinya. Dia telah dimasukkan kembali ke penjara oleh polisi setelah acara pernikahan putrinya rampung.

PBB dan Amnesty International telah menjulukinya tahanan politik dan menyerukan pembebasannya. Dia menolak semua upaya untuk diberikan remisi, amnesti atau pun pembebasan bersyarat karena berkelakuan baik.

“Ini adalah hak saya untuk dibebaskan tanpa syarat, karena itu adalah hak semua orang untuk berbicara,” ujarnya yang tetap mengklaim tidak bersalah atas tindakannya menyerukan pengibaran bendera “Bintang Kejora”.

Menurut Filep, Jokowi mungkin menjadi orang yang baik. ”(Tapi) kita tidak tahu siapa yang akan menjadi presiden (Indonesia) berikutnya setelah Jokowi, jadi dia menjadi jaminan bagi kita,” ucapnya yang dilansir The Age, kemarin (30/11/2014).

Filep lantas membandingkan kasus Papua dengan Timor Leste yang telah merdeka. ”Saya menawarkan solusi dan menurut saya itu adalah win-win solution. Jika Jokowi benar-benar mengakui (Indonesia) ini adalah negara demokrasi dan tidak menjajah Papua, ia harus mempersiapkan orang-orang Papua untuk merdeka Dia harus memfasilitasi itu. Seperti Australia memfasilitasi Papua Nugini mendapatkan kemerdekaan mereka,” imbuh dia.

Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Marwan Jafar, kepada Fairfax Media, percaya bahwa masalah Papua bisa diatasi dengan keberpihakan anggaran dari pusat.
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
34 menit yang lalu
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
2 jam yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
4 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
7 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
8 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
9 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved