Yerusalem Kacau, Abbas Desak Amerika Hukum Israel
Senin, 27 Oktober 2014 - 15:15 WIB
Yerusalem Kacau, Abbas Desak Amerika Hukum Israel
A
A
A
YERUSALEM - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mendesak Amerika Serikat, PBB dan Uni Eropa menghukum Israel atas situasi Yerusalem yang sudah chaos atau kacau.
Desakan itu disampaikan Abbas dalam sebuah surat yang dikirim ke Washington pada Minggu malam. Abbas memperingatkan bahwa kekerasan di Yerusalem akan di luar kontrol jika Israel terus berulah, termasuk mengawal warga Yahudi berdoa di kompleks situs al-Aqsa.
Presiden Abbas menyalahkan pemerintah Israel atas bentrokan terakhir antara pasukan keamanan Israel dan demonstran Palestina di Yerusalem Timur. Israel dilaporkan mengerahkan sekitar 1.000 polisi untuk menangani para demonstran Palestina.
Bentrokan di Yerusalem kembali pecah pada hari Minggu, ketika ratusan warga Palestina mengiringi proses pemakaman remaja keturunan Amerika-Palestina yang ditembak mati tentara Israel.
Pemerintah Palestina juga telah meminta Dewan HAM PBB untuk menunjuk sebuah komisi penyelidikan yang berimbang guna menyelidiki kematian delapan warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal 2014.
Kasus terbaru adalah kematian remaja Amerika-Palestina, Orwah Hammad, 14, ditembak tentara Israel di bagian kepalanya di Desa Silwad pada Jumat pekan lalu.
”Kami menyerukan kepada PBB, Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk mengambil tindakan hukum segera mungkin, sehingga Israel memikul tanggung jawab atas penggunaan senjata mematikan dan pembunuhan terhadap warga Palestina,” kata anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hanan Ashrawi, seperti dikutip Reuters, Senin (27/10/2014).
Desakan itu disampaikan Abbas dalam sebuah surat yang dikirim ke Washington pada Minggu malam. Abbas memperingatkan bahwa kekerasan di Yerusalem akan di luar kontrol jika Israel terus berulah, termasuk mengawal warga Yahudi berdoa di kompleks situs al-Aqsa.
Presiden Abbas menyalahkan pemerintah Israel atas bentrokan terakhir antara pasukan keamanan Israel dan demonstran Palestina di Yerusalem Timur. Israel dilaporkan mengerahkan sekitar 1.000 polisi untuk menangani para demonstran Palestina.
Bentrokan di Yerusalem kembali pecah pada hari Minggu, ketika ratusan warga Palestina mengiringi proses pemakaman remaja keturunan Amerika-Palestina yang ditembak mati tentara Israel.
Pemerintah Palestina juga telah meminta Dewan HAM PBB untuk menunjuk sebuah komisi penyelidikan yang berimbang guna menyelidiki kematian delapan warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal 2014.
Kasus terbaru adalah kematian remaja Amerika-Palestina, Orwah Hammad, 14, ditembak tentara Israel di bagian kepalanya di Desa Silwad pada Jumat pekan lalu.
”Kami menyerukan kepada PBB, Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk mengambil tindakan hukum segera mungkin, sehingga Israel memikul tanggung jawab atas penggunaan senjata mematikan dan pembunuhan terhadap warga Palestina,” kata anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hanan Ashrawi, seperti dikutip Reuters, Senin (27/10/2014).
(mas)