AS dan Eropa Coba Potong Pendanan ISIS
Kamis, 16 Oktober 2014 - 13:51 WIB
AS dan Eropa Coba Potong Pendanan ISIS
A
A
A
WASHINGTON - Beberapa pemimpin negara besar Eropa berserta Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyatakan, pihaknya akan mencoba sekuat tenaga untuk bisa memutus pendanaan yang ditunjukan bagi ISIS.
Melansir RIANOVOSTI, Kamis (16/10/2014), keputusan ini diambil setelah Obama melakukan tele-konfrensi dengan pemimpin dari Perancis, Italia, Jerman, Inggris. “Para pemimpin kembali melontarkan sumpah untuk bisa menghancurkan ISIS,” ucap pihak Gedung Putih.
“Mereka membahas mengenai bagaiamana cara memutus pendanaan ISIS, seiring dengan peningkatan kekuatan militer di Irak Suriah dalam rangka membantu pasukan Kurdi dan Irak memerangi kelompok teror itu,” tambah Obama.
ISIS memang dikenal sebagai kelompok teror dengan pendanaan yang sangat kuat, dan disebut sebagai kelompok teror terkaya dalam sejarah. ISIS diduga mendapatkan pasokan dana dari penjualan minyak yang berasal dari kilang minyak yang berhasil mereka kuasai.
Sebelumnya, Obama saat melakukan pertemuan dengan kepala militer dari 20 negara anggota koalisi menyatakan, perang melawan ISIS akan menjadi sebuah kampanye jangka panjang. Obama berharap semua negara mempersiapkan diri untuk menghadapi pertempuran ini.
Melansir RIANOVOSTI, Kamis (16/10/2014), keputusan ini diambil setelah Obama melakukan tele-konfrensi dengan pemimpin dari Perancis, Italia, Jerman, Inggris. “Para pemimpin kembali melontarkan sumpah untuk bisa menghancurkan ISIS,” ucap pihak Gedung Putih.
“Mereka membahas mengenai bagaiamana cara memutus pendanaan ISIS, seiring dengan peningkatan kekuatan militer di Irak Suriah dalam rangka membantu pasukan Kurdi dan Irak memerangi kelompok teror itu,” tambah Obama.
ISIS memang dikenal sebagai kelompok teror dengan pendanaan yang sangat kuat, dan disebut sebagai kelompok teror terkaya dalam sejarah. ISIS diduga mendapatkan pasokan dana dari penjualan minyak yang berasal dari kilang minyak yang berhasil mereka kuasai.
Sebelumnya, Obama saat melakukan pertemuan dengan kepala militer dari 20 negara anggota koalisi menyatakan, perang melawan ISIS akan menjadi sebuah kampanye jangka panjang. Obama berharap semua negara mempersiapkan diri untuk menghadapi pertempuran ini.
(esn)