Wanita Kurdi Ledakkan Diri Ketimbang Jadi Budak ISIS
Senin, 06 Oktober 2014 - 08:23 WIB
Wanita Kurdi Ledakkan Diri Ketimbang Jadi Budak ISIS
A
A
A
KOBANI - Aksi heroik dilakukan pejuang wanita Kurdi, dengan melakukan serangan bom bunuh diri terhadap basis kelompok ISIS di Suriah.Pejuang perempuan Kurdi meledakkan diri dengan pesawat tempurnya.
Aksi heroik itu terjadi pada Minggu, di sekitar wilayah Kobani, wilayah Suriah. Informasi itu disampaikan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Pejuang perempuan Kurdi memilih meledakkan diri ketimbang jadi tawanan dan budak kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
”Operasi itu menyebabkan kematian, tetapi tidak ada pihak yang bisa dikonfirmasi,” kata Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman.
ISIS mulai berulah di Kobani, kota terbesar ketiga di Suriah yang didominasi etnis Kurdi, pada 16 September 2014. Kehadiran ISIS disambut pertempuran sengit dari pejuang Kurdi dan memicu eksodus besar-besaran warga Kurdi dari Kobane ke perbatasan Turki. Sekitar 186 ribu jiwa warga Kurdi eksodus.
Menurut laporan Russia Today, Senin (6/10/2014), aksi bom bunuh diri wanita Kurdi terhadap kelompok ISIS bukan yang pertama kali. Minggu lalu, akun Twitter seorang pejuang Kurdi mengonfirmasi, bahwa Ceylan Ozalp, 19 tahun, menembakkan diri ketimbang jadi sandera ISIS.
Namun, laporan lain menyebut Ceylan sebenarnya masih hidup di lokasi di luar Kobane.”Kami tidak takut apa-apa. Kami akan berjuang sampai akhir. Kami lebih suka meledakkan diri kita daripada ditangkap oleh ISIS,” bunyi pesan seorang pejuang Kurdi melalui akun Twitter-nya, @MrTickle3.
Aksi heroik itu terjadi pada Minggu, di sekitar wilayah Kobani, wilayah Suriah. Informasi itu disampaikan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Pejuang perempuan Kurdi memilih meledakkan diri ketimbang jadi tawanan dan budak kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
”Operasi itu menyebabkan kematian, tetapi tidak ada pihak yang bisa dikonfirmasi,” kata Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman.
ISIS mulai berulah di Kobani, kota terbesar ketiga di Suriah yang didominasi etnis Kurdi, pada 16 September 2014. Kehadiran ISIS disambut pertempuran sengit dari pejuang Kurdi dan memicu eksodus besar-besaran warga Kurdi dari Kobane ke perbatasan Turki. Sekitar 186 ribu jiwa warga Kurdi eksodus.
Menurut laporan Russia Today, Senin (6/10/2014), aksi bom bunuh diri wanita Kurdi terhadap kelompok ISIS bukan yang pertama kali. Minggu lalu, akun Twitter seorang pejuang Kurdi mengonfirmasi, bahwa Ceylan Ozalp, 19 tahun, menembakkan diri ketimbang jadi sandera ISIS.
Namun, laporan lain menyebut Ceylan sebenarnya masih hidup di lokasi di luar Kobane.”Kami tidak takut apa-apa. Kami akan berjuang sampai akhir. Kami lebih suka meledakkan diri kita daripada ditangkap oleh ISIS,” bunyi pesan seorang pejuang Kurdi melalui akun Twitter-nya, @MrTickle3.
(mas)