Semua Elemen di Irak Menentang ISIS
Kamis, 02 Oktober 2014 - 21:56 WIB
Semua Elemen di Irak Menentang ISIS
A
A
A
BAGHDAD - Kehadiran ISIS yang telah menguasai sepertiga wilayah Irak dan separuh wilayah perbatasan Suriah, ternyata telah membawa persatuan di Irak. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Irak, Fouad Maasum.
Melansir VOA, Kamis (2/10/2014), menurut Maasum, aksi ISIS yang telah menyerang kaum Kurdi, Kristen, Yazidi, Muslim Syiah dan kelompok lainnya di Irak telah membuat kaum Sunni mulai kehilangan hormat kepada kelompok radikal tersebut. Semula, ISIS mengaku sebagai kelompok perjuangan kaum Sunni di Irak, untuk melawan Pemerintah Irak era Nouri al-Maliki.
“Para pemimpin Sunni telah menentang keberadaan ISIS, dan menegaskan bahwa kelompok Sunni di Irak tidak terikat atau berhubungan dengan ISIS. Para pemimpin Sunni itu khawatir dengan apa yang telah dilakukan oleh ISIS,” ucap Maasum.
Dalam kesempatan yang sama, Maasum juga menyatakan bahwa ISIS harus benar-benar dihancurkan hingga ke akarnya. Sebab bila tidak, kelompok itu bisa kembali muncul ke permukaan.
Dirinya juga menyoroti koalisi internasional bentukan Amerika Serikat (AS), yang tidak mengajak Iran dalam koalisi itu, walaupun Iran sudah memberikan banyak kontribusi pada Irak.
“Bekerjasama atau tidaknya Iran dan AS adalah urusan mereka. Tetapi perlu diperhatikan, Iran adalah pihak pertama yang memberikan bantuan kepada kami dan menawarkan bantuan dalam skala besar untuk melawan ISIS,” ungkapnya. “Mereka bahkan memberikan senjata kepada semua pihak yang siap bertempur melawan ISIS,” tambahnya.
Melansir VOA, Kamis (2/10/2014), menurut Maasum, aksi ISIS yang telah menyerang kaum Kurdi, Kristen, Yazidi, Muslim Syiah dan kelompok lainnya di Irak telah membuat kaum Sunni mulai kehilangan hormat kepada kelompok radikal tersebut. Semula, ISIS mengaku sebagai kelompok perjuangan kaum Sunni di Irak, untuk melawan Pemerintah Irak era Nouri al-Maliki.
“Para pemimpin Sunni telah menentang keberadaan ISIS, dan menegaskan bahwa kelompok Sunni di Irak tidak terikat atau berhubungan dengan ISIS. Para pemimpin Sunni itu khawatir dengan apa yang telah dilakukan oleh ISIS,” ucap Maasum.
Dalam kesempatan yang sama, Maasum juga menyatakan bahwa ISIS harus benar-benar dihancurkan hingga ke akarnya. Sebab bila tidak, kelompok itu bisa kembali muncul ke permukaan.
Dirinya juga menyoroti koalisi internasional bentukan Amerika Serikat (AS), yang tidak mengajak Iran dalam koalisi itu, walaupun Iran sudah memberikan banyak kontribusi pada Irak.
“Bekerjasama atau tidaknya Iran dan AS adalah urusan mereka. Tetapi perlu diperhatikan, Iran adalah pihak pertama yang memberikan bantuan kepada kami dan menawarkan bantuan dalam skala besar untuk melawan ISIS,” ungkapnya. “Mereka bahkan memberikan senjata kepada semua pihak yang siap bertempur melawan ISIS,” tambahnya.
(esn)