Bentrok, Demonstran Hong Kong Teriaki Polisi Malu!
Senin, 29 September 2014 - 09:50 WIB
Bentrok, Demonstran Hong Kong Teriaki Polisi Malu!
A
A
A
HONG KONG - Polisi anti-huru hara Hong Kong berulang kali menembakkan gas air mata ketika bentrok dengan para demonstran pro-demokrasi. Namun, para demonstran menantang dan meneriakkan kata “Malu” kepada para polisi.
Demonstran yang berjumlah puluhan ribu jiwa terus menuntut pemerintah China untuk memberikan hak pilih langsung untuk rakyat Hong Kong untuk pemilu 2017.
Kendati demikian para pemimpin demo memperingatkan massa untuk mundur menyelamtkan nyawa jika polisi menembakkan peluru karet. (Baca: Demo Reformasi, Pelajar dan Polis Hong Kong Bentrok)
“Shame! (Malu)," teriak para demonstran yang sebagian pelajar di hadapan apra polisi bersenjata dan mengenakan masker anti-gas. Demo yang berujung bentrok di negara itu terakhir kali terjadi tahun 2005.
Para pengunjuk rasa mengatakan demokrasi yang diberikan pemerintah China kepada Hong Kong adalah demokrasi palsu. Hari ini (29/9/2014) para demonstran kembali merencanakan menggelar demo besar-besaran.
Seorang pemimpin demo, Profesor Chan Kin-man, minta para demonstran waspada jika polisi mulai menembakkan peluru karet. ”Ini adalah masalah hidup atau mati. Jika kehidupan mereka terancam mereka harus mundur dan menyelamatkan nyawa mereka," kata Kin-man, yang terlibar demo besar pada Minggu kemarin.
Para demonstran sudah marah kepada polisi dan akan menantang mereka. ”Kami tidak bersenjata, hanya berdiri di sini, tidak ada peringatan untuk tembakan gas air mata," kata Harry Hung, seorang demonstran yang terkena tembakan gas air mata kepada AFP.
”Ini luar biasa. Ini adalah protes damai dan polisi adalah orang-orang yang menggunakan kekerasan," imbuh dmeonstran lain, Jade Wong. "Tingkat kekerasan polisi di sini adalah seperti aparat China daratan, sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini.”
Demonstran yang berjumlah puluhan ribu jiwa terus menuntut pemerintah China untuk memberikan hak pilih langsung untuk rakyat Hong Kong untuk pemilu 2017.
Kendati demikian para pemimpin demo memperingatkan massa untuk mundur menyelamtkan nyawa jika polisi menembakkan peluru karet. (Baca: Demo Reformasi, Pelajar dan Polis Hong Kong Bentrok)
“Shame! (Malu)," teriak para demonstran yang sebagian pelajar di hadapan apra polisi bersenjata dan mengenakan masker anti-gas. Demo yang berujung bentrok di negara itu terakhir kali terjadi tahun 2005.
Para pengunjuk rasa mengatakan demokrasi yang diberikan pemerintah China kepada Hong Kong adalah demokrasi palsu. Hari ini (29/9/2014) para demonstran kembali merencanakan menggelar demo besar-besaran.
Seorang pemimpin demo, Profesor Chan Kin-man, minta para demonstran waspada jika polisi mulai menembakkan peluru karet. ”Ini adalah masalah hidup atau mati. Jika kehidupan mereka terancam mereka harus mundur dan menyelamatkan nyawa mereka," kata Kin-man, yang terlibar demo besar pada Minggu kemarin.
Para demonstran sudah marah kepada polisi dan akan menantang mereka. ”Kami tidak bersenjata, hanya berdiri di sini, tidak ada peringatan untuk tembakan gas air mata," kata Harry Hung, seorang demonstran yang terkena tembakan gas air mata kepada AFP.
”Ini luar biasa. Ini adalah protes damai dan polisi adalah orang-orang yang menggunakan kekerasan," imbuh dmeonstran lain, Jade Wong. "Tingkat kekerasan polisi di sini adalah seperti aparat China daratan, sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini.”
(mas)