Korban Berjatuhan di Suriah, AS Bantah Bunuh Rakyat Sipil

Jum'at, 26 September 2014 - 15:11 WIB
Korban Berjatuhan di...
Korban Berjatuhan di Suriah, AS Bantah Bunuh Rakyat Sipil
A A A
RAQQA - Pentagon Amerika Serikat (AS) membantah bahwa pemboman terhadap basis-basis ISIS di Suriah ikut menewaskan rakyat sipil.

Klaim Pentagon itu berlawanan dengan laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang menyebut delapan warga sipil tewas saat AS membombardir wilayah Suriah.

Pentagon menegaskan, klaim adanya warga sipil yang tewas akibat pemboman AS seperti yang muncul dalam video yang tersebar di media sosial adalah bukti palsu. (Baca: Serangan Perdana AS di Suriah Membunuh 8 Warga Sipil)

Beberapa hari lalu, Observatorium menyatakan, delapan warga sipil, termasuk tiga anak, tewas dalam serangan udara AS dan koalisi anti-ISIS di Suriah. Namun, juru bicara Pentagon, Kolonel Steve Warren, mengatakan, dari gambar citra yang diambil baik sebelum maupun sesudah serangan tidak ada warga sipil yang tewas.

”Kami mengambil semua tindakan mitigasi yang tersedia untuk mengurangi korban sipil," katanya kepada Los Angeles Times. "Sekarang kami percaya bahwa tidak ada korban sipil,” katanya lagi.

Ditanya apakah bukti kematian warga sipil yang muncul di media sosial merupakan bukti palsu, Warren dengan tegas menjawab; “Ya.”

”Kami datang dengan pernyataan setelah memeriksa dampak kerusakan akibat pertempuran, pemantauan berlangsung sampai sekarang,” ujar Warren.

Sementara itu, Fadel Abdul Ghany, aktivis Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia tidak yakin dengan pernyataan Pentagon. Dia sedang mengajukan laporan tentang jatuhnya korban dari kalangan sipil kepada Departemen Luar Negeri AS. Namun, soal bukti foto dan video, dia mengaku tidak bisa menunjukkan karena wilayah tersebut dikendalikan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

”Ada kepentingan Amerika untuk menyembunyikannya," katanya mengacu pada jatuhnya korban sipil. ”Kenyataannya adalah ada warga sipil dan ada militan di antara orang-orang yang tewas,” lanjut dia seperti dikutip RT, Jumat (26/9/2014).
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
11 menit yang lalu
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
1 jam yang lalu
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 jam yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
2 jam yang lalu
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
4 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
5 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved