AS Bohong soal Senjata Pemusnah Irak, Eks PM Australia Malu

Senin, 22 September 2014 - 15:02 WIB
AS Bohong soal Senjata...
AS Bohong soal Senjata Pemusnah Irak, Eks PM Australia Malu
A A A
CANBERRA - Bekas Perdana Menteri (PM) Australia, John Howard, membongkar kebohongan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya atas klaim senjata pemusnah massal Irak. Howard malu, karena data bohong itu membuat Irak diinvasi tahun 2003.

Howard mengaku malu karena data intelijen AS soal kepemilikian senjata pemusnah massal milik rezim Saddam Hussein hanya tuduhan tak berdasar.

Namun, Horward menepis jika tergulingnya rezim Saddam Hussein menjadi alasan utama munculnya kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Howard, yang merupakan PM Australia tahun 1996-2007, mengatakan, pada saat ia memutuskan untuk mengirim tentara Australia ke Irak bersama pasukan AS dan Inggris, karena saat itu dia yakin Irak memiliki senjata pemusnah massal.

”Saya terkesan dengan kekuatan bahasa dalam penilaian intelijen nasional Amerika di akhir November 2002," katanya kepada Channel7, yang disiarkan semalam.

”Dari klaim intelijen AS Ini, kita menilai Irak telah mendapatkan senjata pemusnah massal dan bahkan data berbicara tentang potensi senjata nuklir,” lanjut Howard. ”Sekarang (senjata pemusnah massal terbukti) tidak dibuat. Mungkin kesimpulan yang salah itu berdasarkan informasi yang ada, tapi (senjata itu) tidak dibuat.”

Dia malu, karena invasi terhadap Irak telah menewaskan ribuan warga Irak, serta para tentara asing. ”Saya merasa malu, saya melakukannya. Saya tidak percaya itu (adanya senjata pemusnah massal).”

”Jadi, saya merasa malu dan saya melakukan yang terbaik untuk menjelaskannya,” imbuh Howard. Meski tidak setuju, jatuhnya rezim Saddam Hussein memunculkan ISIS, namun dia percaya konflik di Irak secara tidak langsung memunculkan kelompok radikal itu.

Sementara itu, anggota parlemen Andrew Wilkie, yang seorang mantan intelijen, menuduh Howard menulis ulang sejarah yang ada.Menurutnya, intelijen sendiri Australia telah memberikan briefing rahasia kepadanya soal motif Australia, AS dan Inggris berperang di Irak kala itu.

"Itu tidak cukup baik bagi John Howard untuk memilih satu laporan tertentu dan untuk menahan info lain sebagai bukti yang dia gunakan untuk menulis ulang sebuah sejarah,” kata Wilkie kepada wartawan Senin (22/9/2014).
()
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
4 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
6 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
7 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
8 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
9 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
11 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved