Diduga Akan Gabung dengan ISIS, 2 Gadis Austria Diamankan
Kamis, 11 September 2014 - 15:54 WIB
Diduga Akan Gabung dengan ISIS, 2 Gadis Austria Diamankan
A
A
A
WINA - Polisi Austria dikabarkan berhasil mecegat dua orang gadis belia yang diduga akan pergi ke Suriah untuk bergabung bersama ISIS. Ditangkapnya dua gadis ini semakin memperpanjang daftar wanita yang berniat atau sudah bergabung bersama ISIS.
“Kedua gadis ditangkap oleh polisi di kota Graz, di selatan Austria, dengan membawa koper besar. Mereka dilaporkan berniat untuk pergi ke Suriah," kata juru bicara kementerian dalam negeri Austria, Alexander Marakovits, seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (11/9/2014).
Kedua gadis itu diketahui berusia 14 dan 15 tahun, dan media setempat mengabarkan bahwa keduanya berkenalan melalui media sosial dan sepakat untuk bertemu lalu berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. “Salah satu gadis menegaskan dirinya ingin mendukung ISIS dimanapun dia berada,” tulis laporan media setempat.
Markovits menegaskan, keduanya tidak diperlakukan layaknya seorang tersangka. Menurutnya, kedua gadis itu hanyalah korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. "Mereka tidak melakukan kejahatan apapun dan diperlakukan sebagai korban yang mungkin jatuh ke dalam sebuah lingkaran pertemanan yang salah. Kami sedang menyelidiki darimana mereka mendapatkan paham ini dan dari siapa," kata Marakovits.
Keduanya dilaporkan sudah dijemput oleh orang tua dan kerabatnya masing-masing. Salah satu gadis diketahui berasal dari Wina dan baru saja menganut agama Islam.
Negara-negara di Eropa memang kian ketat memeriksa orang yang hendak bepergian atau datang dar Timur Tengah. Hal ini dilakukan guna menghalau keluar atau masuknya militan ke negara-negara Eropa, termasuk Austria.
“Kedua gadis ditangkap oleh polisi di kota Graz, di selatan Austria, dengan membawa koper besar. Mereka dilaporkan berniat untuk pergi ke Suriah," kata juru bicara kementerian dalam negeri Austria, Alexander Marakovits, seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (11/9/2014).
Kedua gadis itu diketahui berusia 14 dan 15 tahun, dan media setempat mengabarkan bahwa keduanya berkenalan melalui media sosial dan sepakat untuk bertemu lalu berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. “Salah satu gadis menegaskan dirinya ingin mendukung ISIS dimanapun dia berada,” tulis laporan media setempat.
Markovits menegaskan, keduanya tidak diperlakukan layaknya seorang tersangka. Menurutnya, kedua gadis itu hanyalah korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. "Mereka tidak melakukan kejahatan apapun dan diperlakukan sebagai korban yang mungkin jatuh ke dalam sebuah lingkaran pertemanan yang salah. Kami sedang menyelidiki darimana mereka mendapatkan paham ini dan dari siapa," kata Marakovits.
Keduanya dilaporkan sudah dijemput oleh orang tua dan kerabatnya masing-masing. Salah satu gadis diketahui berasal dari Wina dan baru saja menganut agama Islam.
Negara-negara di Eropa memang kian ketat memeriksa orang yang hendak bepergian atau datang dar Timur Tengah. Hal ini dilakukan guna menghalau keluar atau masuknya militan ke negara-negara Eropa, termasuk Austria.
(esn)