Begini Jurus Obama Tumpas Habis ISIS

Kamis, 11 September 2014 - 14:37 WIB
Begini Jurus Obama Tumpas...
Begini Jurus Obama Tumpas Habis ISIS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, akhirnya membeberkan strategi atau jurus militer AS untuk menumpas kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dalam membeberkan strategi itu, Obama menegaskan, ISIS bukan Islam, serta bukan negara.

“Sekarang, mari kita membuat dua hal yang jelas. ISIS bukan Islam. Tidak ada agama yang membenarkan pembunuhan orang tak berdosa, dan sebagian besar korban ISIS merupakan warga Muslim. ISIS tentu bukan negara. Ini dulunya afiliasi al-Qaeda di Irak, dan telah mengambil keuntungan perang sektarian di Suriah,” kata Obama dalam pidatonya, Kamis (11/9/2014).

Sebelum mengungkap jurus menumpas ISIS, Obama kembali mengutuk aksi bengis ISIS, termasuk pebudakan seks, nikah paksa dan perkosaan. Pemenggalan dua jurnalis AS, James Foley dan Steven Sotloff juga tidak lupa disinggung. (Baca: Obama Umumkan Perang Terbuka pada ISIS)

“Tujuan kami jelas, kita akan menundukkan dan akhirnya menghancurkan, ISIS melalui strategi kontra-terorisme yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujar Obama. Berikut strategi atau jurus Obama menumpas ISIS.

Pertama, AS akan melakukan kampanye serangan udara sistematis terhadap teroris ISIS. Kampanye ini bekerjasama dengan pemerintah Irak. “Kami akan memperluas upaya kami di luar, untuk melindungi orang-orang kita sendiri dan menjalankan misi kemanusiaan, sehingga kita memukul target ISIS,” katanya.

Kedua, AS akan meningkatkan serangan terhadap teroris di darat. ”Pada bulan Juni, saya menugaskan ratusan anggota layanan keamanan Amerika ke Irak untuk memantau, agar tahu bagaimana kita dapat membantu pasukan keamanan Irak. Sekarang, kami akan mengirimkan 475 peronsel baru ke Irak,” ujar Obama. (Baca juga: Obama: Gempur ISIS di Mana Pun Berada)

Ketiga, AS akan terus mengandalkan kemampuan substansial kontra terorisme untuk mencegah serangan ISIS. “Bekerja dengan mitra kami, kami akan melipatgandakan usaha kita untuk memotong pendanaannya; meningkatkan kemampuan intelijen kita, memperkuat pertahanan kami; melawan ideologi menyesatkan mereka dan membendung gelombang masuknya militan asing ke dan dari Timur Tengah,” papar Obama.

Keempat, AS akan terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil tak berdosa yang telah kehilangan tempat tinggal akibat ulah ISIS. ”Ini termasuk Muslim Sunni dan Muslim Syiah yang berisiko (diserang ISIS), serta puluhan ribu orang Kristen dan minoritas agama lainnya. Kita tidak bisa membiarkan komunitas ini diusir dari tanah air mereka,” kata Obama, seperti dikutip Reuters.

“Ini adalah strategi kami. Dan di masing-masing empat bagian dari strategi kami, Amerika akan bergabung dengan koalisi yang luas dari mitra-mitra kami.”
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
27 menit yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
1 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
2 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
3 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
4 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
5 jam yang lalu
Infografis
Kehadiran Tentara NATO...
Kehadiran Tentara NATO di Ukraina Berarti Perang Habis-habisan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved