Sekitar 1.000 Orang di AS Kenang Pemenggalan Sotloff
Sabtu, 06 September 2014 - 12:57 WIB
Sekitar 1.000 Orang di AS Kenang Pemenggalan Sotloff
A
A
A
MIAMI - Sekitar 1.000 orang termasuk keluarga dan teman Steven Sotloff, serta politisi terkemuka di Florida memperingati jurnalis Amerika Serikat (AS) yang tewas dipenggal algojo ISIS.
Ibu Sotloff, Shirley Sotloff, mengaku bangga dengan putranya yang harus tewas dipenggal algojo kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). (Baca: ISIS Penggal Jurnalis Kedua Amerika Steven Sotloff)
”Saya sangat bangga dengan anak saya untuk hidup dan mimpinya," kata Shirley, seperti dikutip Reuters, Sabtu (6/9/2014). Sekitar 1.000 orang itu hadir di Jewish Temple Beth Am.
”Kebanyakan orang menghabiskan seumur hidupnya dan tidak pernah menemukan kepuasan,” ujar Shirley mengenang putranya yang berusia 31 tahun itu sebagai anak yang ingin tahu dunia luar hingga akhirnya pergi ke Suriah untuk meliput.
ISIS merilis sebuah video pada Selasa lalu, di mana di dalamnya terdapat adegan pemenggalan Sotloff. Pemenggalan itu, diklaim ISIS sebagai balasan atas serangan AS terhadap ISIS di Irak.
”Saya telah kehilangan anak saya dan sahabat saya, tapi saya tahu kematiannya akan mengubah dunia,” imbuh ayah Sotloff, Arthur Sotloff yang berbicara kepada media untuk pertama kalinya setelah kematian putranya.
Ibu Sotloff, Shirley Sotloff, mengaku bangga dengan putranya yang harus tewas dipenggal algojo kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). (Baca: ISIS Penggal Jurnalis Kedua Amerika Steven Sotloff)
”Saya sangat bangga dengan anak saya untuk hidup dan mimpinya," kata Shirley, seperti dikutip Reuters, Sabtu (6/9/2014). Sekitar 1.000 orang itu hadir di Jewish Temple Beth Am.
”Kebanyakan orang menghabiskan seumur hidupnya dan tidak pernah menemukan kepuasan,” ujar Shirley mengenang putranya yang berusia 31 tahun itu sebagai anak yang ingin tahu dunia luar hingga akhirnya pergi ke Suriah untuk meliput.
ISIS merilis sebuah video pada Selasa lalu, di mana di dalamnya terdapat adegan pemenggalan Sotloff. Pemenggalan itu, diklaim ISIS sebagai balasan atas serangan AS terhadap ISIS di Irak.
”Saya telah kehilangan anak saya dan sahabat saya, tapi saya tahu kematiannya akan mengubah dunia,” imbuh ayah Sotloff, Arthur Sotloff yang berbicara kepada media untuk pertama kalinya setelah kematian putranya.
(mas)