Ilmuwan Jerman Buktikan Ada Kehidupan usai Kematian

Jum'at, 05 September 2014 - 17:47 WIB
Ilmuwan Jerman Buktikan...
Ilmuwan Jerman Buktikan Ada Kehidupan usai Kematian
A A A
BERLIN - Sebuah tim psikolog dan dokter yang terkait dengan Universitas Technische Berlin, telah mengumumkan, bahwa mereka telah membuktikan adanya kehidupan setelah kematian.

Menurut mereka, bukti itu diperoleh dari eksperimen klinis. Pengumuman mengejutkan ini didasarkan pada kesimpulan dari penelitian para pasien yang secara klinis dinyatakan sudah meninggal hampir 20 menit sebelum dibawa kembali ke kehidupan.

Proses kontroversial ini diulang terhadap 944 sukarelawan selama empat tahun terakhir. Dalam eksperiman itu, tim tersebut membutuhkan obat campuran secara kompleks. Termasuk epinefrin dan dimethyltryptamine.

Dua jenis obat itu memungkinkan tubuh yang secara klinis dinyatakan meninggal tapi bisa bertahan sampai “hidup” kembali tanpa mengalami kerusakan.

Dalam penelitian itu, mereka juga mengandalkan mesin baru yang disebut AutoPulse. Sejenis peralatan yang telah digunakan selama beberapa tahun terakhir, untuk “menghidupkan” kembali orang yang telah meninggal selama 40 menit sampai satu jam.

Menjelang kematian, para sukarelawan mengalami pengalaman halusinasi aneh. Tapi Dr Bethorld Ackermann dan timnya, menganggap apa yang mereka sebagai bukti adanya akhirat dan bentuk dualisme antara pikiran dan tubuh atau jasad.

Ackermann yang memimpin tim itu, telah memantau penelitian dan telah mengumpulkan kesaksian dari para subjek. Sebagian dari sukarelawan yang secara klinis dinyatakan meninggal, menggambarkan ada sensasi yang mirip kehidupan.

Mereka mengaku ada ketenangan, keamanan, kehangatan, hingga adanya cahaya yang luar biasa.

Para ilmuwan mengatakan, bahwa mereka sangat menyadari banyak kesimpulan itu bisa mengejutkan banyak orang. Terlebih, beberapa kitab suci agama juga menggambarkan adanya kehidupan setelah kematian dengan istilah yang biasa disebut akhirat.

”Saya tahu hasil kami bisa mengganggu kepercayaan dari banyak orang,” kata Ackermann, mengacu kepada berbagai umat beragama, serta kaum ateis, seperti dikutip World News Daily Report, pekan lalu.

“Tapi dengan cara ini, kita baru saja menjawab salah satu pertanyaan terbesar dalam sejarah umat manusia, jadi saya berharap orang-orang ini akan dapat mengampuni kita. Ya, ada kehidupan setelah kematian dan akan terlihat seperti ini, serta berlaku untuk semua orang,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Trump Menuju Ruang Situasi...
Trump Menuju Ruang Situasi Gedung Putih Saat Kesepakatan Gencatan Senjata AS-Iran Terancam
1 jam yang lalu
Rencana Netanyahu untuk...
Rencana Netanyahu untuk Gaza Akhiri Gencatan Senjata Pura-pura
2 jam yang lalu
Jelang Pencaplokan Tepi...
Jelang Pencaplokan Tepi Barat, Israel Luncurkan Sistem Elektronik Pendaftaran Tanah Warga Palestina
11 jam yang lalu
Drone Hizbullah Jadi...
Drone Hizbullah Jadi Tantangan Medan Perang Paling Mematikan bagi Israel
12 jam yang lalu
PBB Masukkan Israel...
PBB Masukkan Israel dalam Daftar Hitam Kekerasan Seksual, Zionis Bekukan Hubungan dengan Guterres
14 jam yang lalu
AS Dituding Sengaja...
AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan
14 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved