Obama Ingin Seret Ukraina ke Blok NATO
Kamis, 04 September 2014 - 15:42 WIB
Obama Ingin Seret Ukraina ke Blok NATO
A
A
A
TALLINN - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang memberikan sinyal memusuhi Rusia, ingin menyeret Ukraina ke blok NATO. Obama minta agar Ukraina diterima sebagai anggota baru NATO dan diperkuat dengan peralatan militer karena terancam oleh Rusia.
Jerman sendiri telah berjanji untuk mengirim bantuan non-mematikan, seperti rompi anti-peluru dan obat-obatan kepada Ukraina.
Komentar Obama itu dia sampaikan saat berbicara di Estonia. Dia menganggap serangan Rusia di Ukraina sebagai tindakan kurang ajar. Meskipun Rusia selama ini membantah telah melakukan serangan di wilayah Ukraina. (Baca: PM Ukraina: Rusia Negara Teroris dan Agresor)
”Dan kita harus menegaskan kembali prinsip yang selalu dipandu aliansi kami, untuk negara-negara yang memenuhi standar kami dan yang dapat membuat kontribusi yang berarti bagi keamanan sekutu, pintu keanggotaan NATO akan tetap terbuka,” ujar Obama setelah setelah bertemu para pemimpin dari Estonia, Latvia dan Lithuania, yang semuanya telah jadi anggota NATO.
Komentar Obama muncul setelah Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatsenyuk, mengatakan bahwa dia ingin agar negaranya bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). ”Rusia adalah negara teroris, itu adalah sebuah negara agresor dan akan memikul tanggung jawab di bawah hukum internasional,” katanya, seperti dikutip Reuters, Kamis (4/9/2014).
”Mengenai (bergabung ke) NATO, saya menganggap itu keputusan yang paling benar, jika Ukraina diterima sebagai anggota NATO,” ujarnya.
Jerman sendiri telah berjanji untuk mengirim bantuan non-mematikan, seperti rompi anti-peluru dan obat-obatan kepada Ukraina.
Komentar Obama itu dia sampaikan saat berbicara di Estonia. Dia menganggap serangan Rusia di Ukraina sebagai tindakan kurang ajar. Meskipun Rusia selama ini membantah telah melakukan serangan di wilayah Ukraina. (Baca: PM Ukraina: Rusia Negara Teroris dan Agresor)
”Dan kita harus menegaskan kembali prinsip yang selalu dipandu aliansi kami, untuk negara-negara yang memenuhi standar kami dan yang dapat membuat kontribusi yang berarti bagi keamanan sekutu, pintu keanggotaan NATO akan tetap terbuka,” ujar Obama setelah setelah bertemu para pemimpin dari Estonia, Latvia dan Lithuania, yang semuanya telah jadi anggota NATO.
Komentar Obama muncul setelah Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatsenyuk, mengatakan bahwa dia ingin agar negaranya bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). ”Rusia adalah negara teroris, itu adalah sebuah negara agresor dan akan memikul tanggung jawab di bawah hukum internasional,” katanya, seperti dikutip Reuters, Kamis (4/9/2014).
”Mengenai (bergabung ke) NATO, saya menganggap itu keputusan yang paling benar, jika Ukraina diterima sebagai anggota NATO,” ujarnya.
(mas)