Al-Qaeda akan Membom Pusat Judi Las Vegas

Jum'at, 29 Agustus 2014 - 00:01 WIB
Al-Qaeda akan Membom...
Al-Qaeda akan Membom Pusat Judi Las Vegas
A A A
WASHINGTON - Kelompok al-Qaeda mengisyaratkan akan membom sejumlah target di Amerika Serikat, termasuk pusat judi di Las Vegas. Isyarat itu muncul dari media sayap al-Qaeda berbahasa Inggris yang memberikan petunjuk tentang aksi bom mobil di tempat ramai di AS.

Selain pusat judi Las Vegas, kelompok itu juga menargetkan tanker minyak dan perguruan tinggi militer. Kelompok yang didirikan Osama bin Laden mengisyaratkan serangan sudah dekat.

Majalah yang dikeluarkan al-Qaeda Semenajung Arab atau AQAP, salah satunya berjudul “Palestine-Betrayal of the Guilty Conscience Al-Malahem”. Publikasi teror itu merupakan yang pertama kali ditemukan Middle East Media Research Institute (MEMRI).

“Batas waktu diakhiri dengan tanda ‘201?’, sebuah angka dengan tanda tanya untuk foto dan informasi dari serangan berikutnya. Itu menyiratkan, bahwa serangan akan segera datang,” kata Direktur Eksekutif MEMRI, Steve Stalinsky.

Menurutnya, dari publikasi teror itu, New York Times Square, kasino dan klub malam di Las Vegas, tanker minyak, kereta api, perguruan tinggi militer, Akademi Angkatan Udara di Colorado Springs, dan kontraktor pertahanan General Atomics di San Diego masuk daftar target.

”Petunjuk (di majalah) ini memberikan Anda kemampuan untuk membuat sebuah bom mobil, bahkan di negara-negara dengan keamanan dan pengawasan yang ketat dan pengawasan,” bunyi salah satu artikel majalah itu, sebagaimana dilansir Fox News, Kamis malam (28/8/2014).

Al-Qaeda, melalui publikasinya, bahkan mencontohkan bahan-bahan yang bisa dijadikan bom. Di antaranya, gas untuk memasak, gas oksigen, hingga lampu dekorasi.

Pemerintah Amerika Serikat belum merespons adanya tanda-tanda teror dari al-Qaeda. Pemerintah Barack Obama kini sedang disibukkan untuk menyerang kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berulah di Irak dan Suriah. Terlebih sudah ada warga Amerika Serikat yang dibunuh algojo ISIS, yakni jurnalis James Foley.
(mas)
Berita Terkait
AS Tawarkan Imbalan...
AS Tawarkan Imbalan Rp58 M untuk Petinggi Al-Qaeda
5 Fakta al-Qaeda, Organisasi...
5 Fakta al-Qaeda, Organisasi Paramiliter Jihad yang Menentang Amerika Serikat
Jenderal Mark Milley:...
Jenderal Mark Milley: Al-Qaeda Dapat Mengancam AS dalam Setahun
Janji Ceraikan Al-Qaeda,...
Janji 'Ceraikan' Al-Qaeda, Taliban Ternyata Masih Berhubungan Mesra
AS Kembali Wanti-wanti...
AS Kembali Wanti-wanti Soal Kebangkitan Al-Qaeda Pasca Penarikan Pasukan Asing
Jenderal AS Sebut Afghanistan...
Jenderal AS Sebut Afghanistan Berada di Ambang Perang Saudara
Berita Terkini
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
1 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
3 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
4 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved