Ferguson Memanas, Obama Harapkan Semua Pihak Tenang
Selasa, 19 Agustus 2014 - 14:43 WIB
Ferguson Memanas, Obama Harapkan Semua Pihak Tenang
A
A
A
FERGUSON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama menyerukan kepada semua pihak di Ferguson, Missouri, untuk bisa menahan diri. Pernyataan itu muncul paska mulai diturunkannya Garda Nasional AS untuk menghalau demonstran di Ferguson.
Melansir Channel News Asia, Selasa (19/8/2014), dirinya juga menyayangkan penggunaan kekuatan yang berlebihan dalam menghalau para demonstran. “Tidak alasan bagi polisi untuk menggunakan kekuatan yang berlebihan,” ucap Obama.
“Garda Nasional harus ditempatkan hanya sebatas sebagai penjaga,” ungkap Obama. Pemimpin AS itu juga tetap mengutuk aksi demonstrasi yang dilakukan mayoritas penduduk kulit hitam di Ferguson yang sudah mulai menggunakan kekerasan.
Kerusuhan dimotori oleh aksi penembakan Michael Brown, seorang remaja kulit hitam oleh polisi setempat. Menurut hasil otopsi, Brown ditembak sebanyak enam kali. Penembakan ini sedikit ganjil, karena menurut saksi mata Brown tidak melakukan atau membawa senjata apapun ketika penemabakan ini terjadi.
Ron Henry, seorang demonstran mengaku kecewa dengan tindakan pemerintah yang menurunkan Garda Nasional untuk menghalau para demonstran. “Mereka (pemerintah Missouri) seharusnya melindungi warga negara Amerika, tapi sebaliknya mereka justru menurunkan militer untuk melawan warga tak bersenjata,” ucap Henry.
Penembak-penembak jitu dikabarkan sudah diposisikan di beberapa atap rumah dan gedung di sekeliling lokasi demonstrasi. Setidaknya 200 anggota Garda Nasional siap ditempatkan di jalan-jalan di Ferguson guna menghalau demonstran.
Melansir Channel News Asia, Selasa (19/8/2014), dirinya juga menyayangkan penggunaan kekuatan yang berlebihan dalam menghalau para demonstran. “Tidak alasan bagi polisi untuk menggunakan kekuatan yang berlebihan,” ucap Obama.
“Garda Nasional harus ditempatkan hanya sebatas sebagai penjaga,” ungkap Obama. Pemimpin AS itu juga tetap mengutuk aksi demonstrasi yang dilakukan mayoritas penduduk kulit hitam di Ferguson yang sudah mulai menggunakan kekerasan.
Kerusuhan dimotori oleh aksi penembakan Michael Brown, seorang remaja kulit hitam oleh polisi setempat. Menurut hasil otopsi, Brown ditembak sebanyak enam kali. Penembakan ini sedikit ganjil, karena menurut saksi mata Brown tidak melakukan atau membawa senjata apapun ketika penemabakan ini terjadi.
Ron Henry, seorang demonstran mengaku kecewa dengan tindakan pemerintah yang menurunkan Garda Nasional untuk menghalau para demonstran. “Mereka (pemerintah Missouri) seharusnya melindungi warga negara Amerika, tapi sebaliknya mereka justru menurunkan militer untuk melawan warga tak bersenjata,” ucap Henry.
Penembak-penembak jitu dikabarkan sudah diposisikan di beberapa atap rumah dan gedung di sekeliling lokasi demonstrasi. Setidaknya 200 anggota Garda Nasional siap ditempatkan di jalan-jalan di Ferguson guna menghalau demonstran.
(esn)