RI dan Australia 'Mesra' Lagi, Kado Jelang SBY Lengser

Selasa, 19 Agustus 2014 - 08:39 WIB
RI dan Australia Mesra...
RI dan Australia 'Mesra' Lagi, Kado Jelang SBY Lengser
A A A
JAKARTA - Mesranya kembali hubungan Australia dan Indonesia menjadi kado manis bagi Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang lengser.

Membaiknya hubungan kedua negara ini ditandai dengan akan ditandatanganinya Kesepahaman Kode Etik Bersama untuk mengakhiri kasus penyadapan. (Baca: Setop Penyadapan, RI dan Australia Lanjutkan Kerjasama Militer)

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, berencana untuk terbang ke Jakarta pekan depan. Bishop bersama Menlu Marty Natalegawa akan menandatangani “Mou Code of Conduct” itu. Penandatanganan tersebut dijadwalkan dilakukan di hadapan Presiden SBY.

Hubungan Australia dan Indonesia sempat retak akibat terbongkarnya penyadapan ponsel Prseiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan para menteri senior oleh intelijen Australia tahun 2009. Laporan penyadapan itu dibocorkan mantan kontraktor NSA, Edward Snowden yang kini bersembunyi di Rusia.

Akibat terbongkarnya kasus penyadapan itu, Indonesia marah dan menangguhkan kerjasama militer dengan Australia selama setahun.

”Kami telah mencapai kesepakatan pada pemahaman bersama dan kami sedang mengatur waktu untuk menandatanganinya,” kata Bishop, Selasa (19/8/2014), sebagaimana dikutip ABC.net.au.

Kesepakatan untuk menuntaskan kasus penyadapan itu, pernah disampaikan Menteri Marty beberapa waktu lalu, di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta. Menurut Marty Indonesia tidak menginginkan lagi adanya penyadapan di masa mendatang. (Baca juga: Indonesia Tak Ingin Australia Menyadap Lagi)

“Saya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop. Ada satu, dua masalah. Tapi satu masalah itu sangat penting, intinya kita ingin kedua pihak menyelesaikan soal kode perilaku,” kata Marty. “Intinya, ke depan kita tidak ingin ada lagi penyadapan,” lanjut Marty.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
6 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
8 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
8 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
10 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
11 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
12 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved