Pria Belanda Kembalikan Medali Penghargaan dari Israel
Sabtu, 16 Agustus 2014 - 17:34 WIB
Pria Belanda Kembalikan Medali Penghargaan dari Israel
A
A
A
AMSTERDAM - Seorang kakek berusia 91 tahun dikabarkan mengembalikan medali penghargaan yang diberikan Israel kepadanya. Henk Zanoli, diberikan penghargaan atas usahanya melindungi warga Yahudi selama masa perang dunia ke-2.
"Dengan sangat sedih saya mengembalikan medali yang saya terima sebagai suatu kehormatan dan tanda penghargaan dari Negara Israel untuk usaha dan risiko yang diambil oleh ibu saya dan keluarganya dalam menyelamatkan kehidupan seorang anak laki-laki Yahudi selama pendudukan Jerman," ucap Zanoli.
Melansir Maan News, Sabtu (16/8/2014), Zanoli mengembalikan medali itu setelah beberap anggota keluarganya tewas dalam serangan Israel di Gaza. Serangan Israel yang terjadi 20 Juli lalu menghantam rumah milik keponakan Zanoli dan menewaskan semua orang yang ada di dalamnya.
Empat generasi dalam keluarganya tewas di saat bersamaan, ketika Israel menyerang sebuah rumah empat lantai di Gaza utara. “Cicit-cicit ibu saya telah kehilangan nenek, tiga paman, seorang bibi dan sepupu, mereka tewas di tangan militer Israel,” ungkap Zanoli.
“Bagi saya untuk tetap mempertahanakan sebuah pengharagaan yang diberikan oleh Israel adalah sebuah penghinaan. Saya telah kehilangan enam kerabat saya akibat serangan yang dilakukan Israel,” ucapnya.
Zanoli mengembalikan piagam penghargaan itu melalui Kedutaan Besari Israel yang berada di Amsterdam. Pihak Keduataan Israel sendiri masih enggan memberikan komentar apapun mengenai hal ini.
"Dengan sangat sedih saya mengembalikan medali yang saya terima sebagai suatu kehormatan dan tanda penghargaan dari Negara Israel untuk usaha dan risiko yang diambil oleh ibu saya dan keluarganya dalam menyelamatkan kehidupan seorang anak laki-laki Yahudi selama pendudukan Jerman," ucap Zanoli.
Melansir Maan News, Sabtu (16/8/2014), Zanoli mengembalikan medali itu setelah beberap anggota keluarganya tewas dalam serangan Israel di Gaza. Serangan Israel yang terjadi 20 Juli lalu menghantam rumah milik keponakan Zanoli dan menewaskan semua orang yang ada di dalamnya.
Empat generasi dalam keluarganya tewas di saat bersamaan, ketika Israel menyerang sebuah rumah empat lantai di Gaza utara. “Cicit-cicit ibu saya telah kehilangan nenek, tiga paman, seorang bibi dan sepupu, mereka tewas di tangan militer Israel,” ungkap Zanoli.
“Bagi saya untuk tetap mempertahanakan sebuah pengharagaan yang diberikan oleh Israel adalah sebuah penghinaan. Saya telah kehilangan enam kerabat saya akibat serangan yang dilakukan Israel,” ucapnya.
Zanoli mengembalikan piagam penghargaan itu melalui Kedutaan Besari Israel yang berada di Amsterdam. Pihak Keduataan Israel sendiri masih enggan memberikan komentar apapun mengenai hal ini.
(esn)