Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang 5 Hari

Kamis, 14 Agustus 2014 - 09:16 WIB
Gencatan Senjata di...
Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang 5 Hari
A A A
KAIRO - Negosiator Israel dan Palestina telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata di Gaza selama lima hari. Meskipun sudah sepakat memperpanjang gencatan senjata, Israel tetap menyerang Gaza setelah tengah malam tadi dengan dalih merespons tembakan roket dari Gaza.

Pepanjangan gencatan senjata selama lima hari disepakati kedua pihak, satu jam menjelang batas akhir gencatan senjata selama tiga hari yang sudah disepakati Israel dan Hamas sebelumnya.

”Kami telah sepakat untuk memberikan lebih banyak waktu untuk negosiasi,” kata kepala delegasi Palestina di Kairo, Azzam al-Ahmed, semalam, seperti dikutip Reuters, Kamis (14/8/2014).

Seorang pejabat Mesir mengatakan Israel juga menerima proposal perpanjangan gencatan senjata lima hari tersebut. (Baca: Langgar Gencatan Senjata, Jet Israel Bombardir Gaza)

Perpanjangan gencatan senjata dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi Israel dan Hamas untuk menegosiasikan gencatan senjata jangka panjang dan peta jalan damai di wilayah Gaza.

Kedua belah pihak sedang mempertimbangkan proposal Mesir yang sebagian membahas sejumlah tuntutan masing-masing. Kendati demikian, ada perbedaan yang mencolok dalam setiap tuntutan baik dari kubu Israel maupun Hamas, dan diragukan bisa disepakati kedua pihak.

Hamas menuntut diakhirnya blokade yang diberlakukan oleh Israel sejak delapan tahun lalu. Blokade itu telah menyengsaran rakyat Palestina di Gaza yang berjumlah sekitar 1,8 juta orang karena berbagai akses, seperti pendidikan, dan kesehatan tidak memungkinkan.

Sedangkan Israel menginginkan Hamas untuk melucuti senjata. Para pejabat Israel, termasuk Menteri Luar Negeri Avigdor Liberman, terang-terangan menyatakan bahwa Israel berniat menyingkirkan Hamas. (Baca juga: Menlu Israel: Singkirkan Hamas!)

Menurutnya, diplomasi damai mustahil terjadi di Gaza, selama Hamas berkuasa di wilayah Palestina itu. Setelah menyingkirkan Hamas, lanjut Liberman, Palestina harus menggelar Pemilu, baru melakukan diplomasi dengan Israel.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved