Sekte Yazidi, Isu Penyembah Setan dan Kekejaman ISIS

Rabu, 13 Agustus 2014 - 16:14 WIB
Sekte Yazidi, Isu Penyembah...
Sekte Yazidi, Isu Penyembah Setan dan Kekejaman ISIS
A A A
SINJAR - Orang-orang dengan raut wajah ketakutan itu berkumpul di sebuah kuil di Sinjar, Irak utara, Selasa (12/8/2014) sore.

Mereka membicarakan cara bagaimana keluar dari Irak atau tanah air mereka, setelah satu per satu kerabat mereka dibunuh militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Mereka adalah warga penganut sekte Yazidi di Irak yang berhasil selamat dari serangan ISIS. ”Ada orang-orang Arab di sebelah barat kita, orang-orang Arab di sebelah timur dan selatan kita," kata Sardar Barpiri, 35, seorang pengungsi dari warga penganut Yazidi yang berlindung di kuil Sheikh Adi.

”Mereka (ISIS) membunuh kami, kita semua. Apakah itu Islam atau apa pun, mereka hanya ingin membunuh kami,”lanjut Barpiri, seperti dikutip Telegraph.

”Kami tidak akan pulang," kata Firaz Falas, warga penganut Yazidi lainnya. ”Apakah itu berarti kita akan ke Inggris, Jerman, Amerika, atau di mana saja. Kita tidak akan kembali. Kami jadi target karena agama kita. Tak ada lagi yang bisa dikatakan.”

Kuil-kuil di Sinjar itu kini menjadi wilayah pertahanan terakhir kaum minoritas di Irak tersebut dari buruan kelompok radikal pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi.

Teraniaya di Mana-mana

Sepuluh hari lalu, ratusan militan bersenjata dari kelompok yang kini bernama Negara Islam (IS) itu menyisir wilayah Sinjar. Dengan kendaraan, mereka mengusir para penganut sekte Yazidi dari rumah-rumah mereka ke wilayah pegunungan Sinjar. Mereka kini kelaparan.

Dakhil Sedo Khero, 35, yang juga penganut Yazidi ikut melarikan diri ke kuil Sheikh Amadin, bersama keluarganya yang selamat dari serangan ISIS. Melalui teropong, Khero melihat kelompok yang memproklamirkan Kekhalifahan Islam itu mendirikan pos pemeriksaan di jalan.

”Mereka menghentikan setiap keluarga di pos pemeriksaan,” kata Khero. ”Mereka menempatkan satu per satu dari setiap keluarga dan menembaki mereka satu demi satu,” lanjut dia.

”Lalu saya melihat sesuatu yang lain. Mereka membawa buldoser, dan menggali kuburan. Kemudian meletakkan mayat di sana,” imbuh Khero.

Warga penganut sekte Yazidi, pernah teraniaya di Turki dan Suriah.Kemudian di Irak saat dipimpin Saddam Hussein, mereka hidup sebagai golongan masyarakat kelas bawah yang miskin dan hidup di area tandus.

Bagi sebagian orang, penganut Yazidi selama ini dianggap sebagai penyembah setan. Anggapan itulah yang diduga menjadi motif ISIS membunuh secara massal komunitas itu.

Menteri Hak Asasi Manusia Irak, Mohammed al-Sudani kepada Reuters mengkonfirmasi pembunuhan massal itu. Kami telah menemukan bukti mencolok yang diperoleh dari warga Yazidi yang melarikan diri (dari kota kuno mereka) Sinjar,” kata Sudani.

“Beberapa orang yang lolos dari kematian, telah menunjukkan gambar lokasi yang tak bisa disangkal bahwa geng Negara Islam, di mana mereka telah mengeksekusi sedikitnya 500 warga Yazidi setelah merebut Sinjar,” kata Sudani. Parahnya, para perempuan dan anak-anak yang jadi korban dilaporkan dikubur hidup-hidup oleh militan kelompok itu.

Seorang pemimpin sekte Yazidi, Vian Dakhil, mengatakan, kelompok radikal tersebut berupaya menghapus keyakinan Yazidi dari muka bumi.”Seluruh keyakinan kami sedang dihapus,” keluhnya.

Sembah Setan?

Sekitar 130.000 warga Yazidi di Sinjar telah melarikan diri ke Dohuk, di Kurdistan, Irak utara. Sebagian lagi lari ke Irbil. Laporan lain menyebut, Yazidi adalah komunitas suku dan agama yang berbahasa Kurdi. Mereka sudah lama mempraktikkan agama kuno yang terkait dengan Zoroastrianisme.

”Dilema ini untuk mengubah keyakinan atau mati bukanlah hal yang baru,” kata Christine Allison, seorang ahli Yazidism di Universitas Exeter.
Ahli politik Kurdi di Universitas Wina, Thomas Schmidinger, mengatakan, selama ini banyak yang salah paham dengan sekte Yazidi. ”Banyak warga Muslim menganggap mereka menjadi penyembah setan," katanya.

Namun, sebenarnya Yazidi adalah sekte agama yang menyembah satu Tuhan dan menghormati tujuh malaikat. Menurut Schimidinger, Yazidi agak berbeda dengan Islam dan Kristen. Mereka menolak gagasan tentang dosa, iblis dan neraka. Mereka percaya pada makhluk suci.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
1 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
6 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
8 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
8 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
10 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved