Perangi ISIS, AS Kerahkan 130 Penasihat Militer ke Irak
Rabu, 13 Agustus 2014 - 08:34 WIB
Perangi ISIS, AS Kerahkan 130 Penasihat Militer ke Irak
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon mengirim 130 penasihat militer tambahan ke Irak. Ratusan aparat itu akan bekerjasama dengan pemerintah Irak, termasuk dari suku Kurdi untuk memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Pentagon mengkonfirmasi, tugas ratusan personel AS itu hanya bersifat sementara. Mereka juga ditugaskan untuk membantu ribuan pengungsi, termasuk warga penganut Yazidi Irak yang jadi target kelompok ISIS. (Baca: ISIS Bunuh 500 Warga Yazidi, Korban Dikubur Hidup-hidup)
Kepala Pentagon, Chuck Hagel, mengatakan pengerahan ratusan penasihat militer AS ke Irak berlangsung pada Selasa.”Ini bukan misi tempur pada operasi darat,” kata Hagel, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/8/2014). (Baca juga: Serangan Amerika Tak Bisa Hentikan ISIS)
Pejabat Pentagon lain yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan beberapa pasukan marinir tambahan dan pasukan khusus juga ikut dikerahkan ke wilayah Sinjar, di mana para warga sipil minoritas di Irak terancam oleh kelompok ISIS yang kini berganti nama menjadi Negara Islam (IS).
Ratusan aparat militer AS itu tiba di Kota Erbil, sebelah timur Sinjar, Irak Selasa kemarin.
Terpisah, Uni Eropa gagal menyepakati pengiriman senjata untuk aparat Kurdi Irak guna memerangi kelompok ISIS pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi. Padahal, pemimpin Kurdi Irak, Masoud Barzani, telah meminta masyarakat internasional untuk memasok senjata kepada aparat Kurdi untuk melawan ISIS.
”Permintaan (senjata) oleh pemerintah daerah Kurdi kepada negara-negara anggota (Uni Eropa) tertentu sudah mendesak,” kata Catherine Ashton, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, melalui juru bicaranya.
Meski Uni Eropa tidak sepakat memasok senjata kepada pemerintah Kurdi, namun setiap negara anggota Uni Eropa dibebaskan jika ingin mengirim senjata kepada pemerintah Kurdi.
Pentagon mengkonfirmasi, tugas ratusan personel AS itu hanya bersifat sementara. Mereka juga ditugaskan untuk membantu ribuan pengungsi, termasuk warga penganut Yazidi Irak yang jadi target kelompok ISIS. (Baca: ISIS Bunuh 500 Warga Yazidi, Korban Dikubur Hidup-hidup)
Kepala Pentagon, Chuck Hagel, mengatakan pengerahan ratusan penasihat militer AS ke Irak berlangsung pada Selasa.”Ini bukan misi tempur pada operasi darat,” kata Hagel, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/8/2014). (Baca juga: Serangan Amerika Tak Bisa Hentikan ISIS)
Pejabat Pentagon lain yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan beberapa pasukan marinir tambahan dan pasukan khusus juga ikut dikerahkan ke wilayah Sinjar, di mana para warga sipil minoritas di Irak terancam oleh kelompok ISIS yang kini berganti nama menjadi Negara Islam (IS).
Ratusan aparat militer AS itu tiba di Kota Erbil, sebelah timur Sinjar, Irak Selasa kemarin.
Terpisah, Uni Eropa gagal menyepakati pengiriman senjata untuk aparat Kurdi Irak guna memerangi kelompok ISIS pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi. Padahal, pemimpin Kurdi Irak, Masoud Barzani, telah meminta masyarakat internasional untuk memasok senjata kepada aparat Kurdi untuk melawan ISIS.
”Permintaan (senjata) oleh pemerintah daerah Kurdi kepada negara-negara anggota (Uni Eropa) tertentu sudah mendesak,” kata Catherine Ashton, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, melalui juru bicaranya.
Meski Uni Eropa tidak sepakat memasok senjata kepada pemerintah Kurdi, namun setiap negara anggota Uni Eropa dibebaskan jika ingin mengirim senjata kepada pemerintah Kurdi.
(mas)