Lagi, Israel dan Hamas Gencatan Senjata 72 Jam
Senin, 11 Agustus 2014 - 08:58 WIB
Lagi, Israel dan Hamas Gencatan Senjata 72 Jam
A
A
A
GAZA - Israel dan Hamas kembali mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata terbaru selama 72 jam di Jalur Gaza.
Gencatan senjata terbaru selama 72 jam itu menjadi harapan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan di Gaza setelah konflik berdarah selama beberapa pekan.
Para pejabat Israel mengatakan, bahwa mereka sepakat melakukan gencatan senjata terbaru yang dimediasikan Palestina di Kairo. Itu merupakan gencatan senjata yang disetujui kedua belah pihak setelah sebelumnya Mesir juga pernah memediatori gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Gencatan senjata terbaru ini efektif berlaku mulai pukul 21.00 Minggu malam. Pihak Israel akan mengirimkan negosiator ke Mesir pada Senin (8/11/2014), setelah gencatan senjata berlaku.
Sedangkan Mesir minta Israel dan Hamas bisa melakukan gencatan senjata secara komprehensif dan permanen,
Konflik berdarah antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza selama beberapa pekan telah menewaskan 1.939 orang. Menurut PBB, sekitar 73 persen dari korban tewas adalah warga sipil Palestina di Jalur Gaza.
Sedangkan dari kubu Israel, sebanyak 64 tentara mereka tewas dan tiga warga sipil, satu di antaranya pekerja asal Thailand ikut tewas selama konflik.
Menteri Keamanan Umum Israel, Yitzhak Aharonovitch, mengatakan jika pembicaraan untuk mengamankan gencatan senjata permanen tidak membuahkan hasil, tentara Israel akan kembali masuk ke Gaza.
”Saat pintu tertutup dan negosiasi tidak berbuah apapun, kita dihadapkan dengan perang lanjutan. Tampaknya akan ada pilihan, dan kemudian kita akan masuk (ke Gaza),” katanya kepada radio publik Isarel.
Gencatan senjata terbaru selama 72 jam itu menjadi harapan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan di Gaza setelah konflik berdarah selama beberapa pekan.
Para pejabat Israel mengatakan, bahwa mereka sepakat melakukan gencatan senjata terbaru yang dimediasikan Palestina di Kairo. Itu merupakan gencatan senjata yang disetujui kedua belah pihak setelah sebelumnya Mesir juga pernah memediatori gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Gencatan senjata terbaru ini efektif berlaku mulai pukul 21.00 Minggu malam. Pihak Israel akan mengirimkan negosiator ke Mesir pada Senin (8/11/2014), setelah gencatan senjata berlaku.
Sedangkan Mesir minta Israel dan Hamas bisa melakukan gencatan senjata secara komprehensif dan permanen,
Konflik berdarah antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza selama beberapa pekan telah menewaskan 1.939 orang. Menurut PBB, sekitar 73 persen dari korban tewas adalah warga sipil Palestina di Jalur Gaza.
Sedangkan dari kubu Israel, sebanyak 64 tentara mereka tewas dan tiga warga sipil, satu di antaranya pekerja asal Thailand ikut tewas selama konflik.
Menteri Keamanan Umum Israel, Yitzhak Aharonovitch, mengatakan jika pembicaraan untuk mengamankan gencatan senjata permanen tidak membuahkan hasil, tentara Israel akan kembali masuk ke Gaza.
”Saat pintu tertutup dan negosiasi tidak berbuah apapun, kita dihadapkan dengan perang lanjutan. Tampaknya akan ada pilihan, dan kemudian kita akan masuk (ke Gaza),” katanya kepada radio publik Isarel.
(mas)