Hamas Tantang Sekjen PBB Datang ke Gaza
Kamis, 24 Juli 2014 - 16:02 WIB
Hamas Tantang Sekjen PBB Datang ke Gaza
A
A
A
BETHLEHEM - Serangan membabi buta yang dilakukan oleh militer Israel semakin menambah parah penderitaan rakyat Gaza. Total hingga hari ini jumlah korban jiwa di Gaza menyentuh angka 700 jiwa dan ribuan lainnya menderita luka-luka.
Melansir Maan News, Kamis (24/7/2014), menanggapi hal itu Khaled Mashaal, Kepala Biro Politik Hamas menantang Sekertaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon untuk datang dan melihat langsung situasi di Gaza.
“Kami kami mendesak Sekjen PBB untuk datang langsung ke Gaza, sehingga dia bisa melihat penderitaan yang dialami rakyat gaza, agar dia bisa melihat efek yang ditimbulkan oleh serangan Israel,” ungkap Mashaal.
“Segala hal yang ada di Gaza telah hancur, air bersih sulit ditemukan di sana, tidak ada pasokan listrik, obat-obatan sangat langka, tidak ada bahan bakar dan mereka di sana kesulitan untuk mendatkan bahan makanan,” Mashaal menambahkan.
Dirinya juga menolak permintaan dari pihak Uni Eropa (UE), dimana 28 Menteri Luar Negeri UE meminta Hamas untuk melucuti senjata mereka dan menerima proposal gencatan senjata untuk mengakhiri konflik di sana.
“Tidak ada yang bisa melucuti kami, ini adalah bentuk perlawanan kami. Hamas tidak akan menerima usulan apapun bila mereka (Israel) tidak bersedia untuk mencabut blokade dan mengentikan penyerangan di Gaza,” ucapnya.
Melansir Maan News, Kamis (24/7/2014), menanggapi hal itu Khaled Mashaal, Kepala Biro Politik Hamas menantang Sekertaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon untuk datang dan melihat langsung situasi di Gaza.
“Kami kami mendesak Sekjen PBB untuk datang langsung ke Gaza, sehingga dia bisa melihat penderitaan yang dialami rakyat gaza, agar dia bisa melihat efek yang ditimbulkan oleh serangan Israel,” ungkap Mashaal.
“Segala hal yang ada di Gaza telah hancur, air bersih sulit ditemukan di sana, tidak ada pasokan listrik, obat-obatan sangat langka, tidak ada bahan bakar dan mereka di sana kesulitan untuk mendatkan bahan makanan,” Mashaal menambahkan.
Dirinya juga menolak permintaan dari pihak Uni Eropa (UE), dimana 28 Menteri Luar Negeri UE meminta Hamas untuk melucuti senjata mereka dan menerima proposal gencatan senjata untuk mengakhiri konflik di sana.
“Tidak ada yang bisa melucuti kami, ini adalah bentuk perlawanan kami. Hamas tidak akan menerima usulan apapun bila mereka (Israel) tidak bersedia untuk mencabut blokade dan mengentikan penyerangan di Gaza,” ucapnya.
(esn)