Kerry Desak Hamas Terima Tawaran Gencatan Senjata
Rabu, 23 Juli 2014 - 16:07 WIB
Kerry Desak Hamas Terima Tawaran Gencatan Senjata
A
A
A
KAIRO - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, terus meminta kepada Hamas untuk menerima proposal gencatan senjata yang diprakasai Mesir. Permintaan ini muncul setelah korban invasi Israel di Gaza menembus angka 600 jiwa.
Sebelumnya, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (23/7/2014), para pemimpin Palestina telah mengusulkan kepada Mesir untuk melaksanakan perundingan gencatan senjata selama lima hari dengan menghadirkan Hamas dan Israel dalam prosesn perundingan itu.
"Pesan saya adalah sama untuk Israel dan Palestina: Hentikan pertempuran, mulai berdialog dan selesaikan akar penyebab konflik sehingga kita tidak berada di situasi yang sama dalam enam bulan atau satu tahun kedepan," ungkap Kerry.
Pihak Israel sendiri menanggapi dengan dingin pernyataan Kerry tersebut, menurut mereka yang harusnya dipersalahkan bukanlah mereka, tetapi Hamas yang selalu menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Mesir.
“Kami akan terus melakukan apa yang kami perlukan untuk bisa mempertahankan diri kami,” ungkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang menyiratkan bahwa serangan terhadap Gaza tidak akan berakhir dalam waktu dekat.
Sebelumnya, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (23/7/2014), para pemimpin Palestina telah mengusulkan kepada Mesir untuk melaksanakan perundingan gencatan senjata selama lima hari dengan menghadirkan Hamas dan Israel dalam prosesn perundingan itu.
"Pesan saya adalah sama untuk Israel dan Palestina: Hentikan pertempuran, mulai berdialog dan selesaikan akar penyebab konflik sehingga kita tidak berada di situasi yang sama dalam enam bulan atau satu tahun kedepan," ungkap Kerry.
Pihak Israel sendiri menanggapi dengan dingin pernyataan Kerry tersebut, menurut mereka yang harusnya dipersalahkan bukanlah mereka, tetapi Hamas yang selalu menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Mesir.
“Kami akan terus melakukan apa yang kami perlukan untuk bisa mempertahankan diri kami,” ungkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang menyiratkan bahwa serangan terhadap Gaza tidak akan berakhir dalam waktu dekat.
(esn)