Jika Persyaratan Dipenuhi, Hamas Siap Lakukan Gencatan Senjata
Kamis, 17 Juli 2014 - 12:15 WIB
Jika Persyaratan Dipenuhi, Hamas Siap Lakukan Gencatan Senjata
A
A
A
KAIRO - Hamas akhirnya membeberkan persyaratan yang akan diajukan bila ingin gencatan senjata dengan Israel dapat tereleasasi. Mereka menuntut Mesir untuk memasukan syarat-syarat tersebut ke dalam proposal gencatan senjata.
Sebelumnya, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (17/7/2014), Hamas telah menolak proposal yang diajukan oleh Mesir karena tidak sesuai dengan apa yang mereka ingingkan. Menrut Azzam al-Ahmad, seorang tokoh senior Fatah, wakil pemimpin Hamas Mussa Abu Marzuq sudah bertemu dengan para pejabat Mesir di Kairo untuk membahas hal ini.
"Hamas telah menolak proposal dalam bentuk yang sekarang dan menuntut tambahan, seperti menerapkan perjanjian 2012 tentang penyeberangan perbatasan dengan Israel, dan menuntut hak untuk memancing hingga jarak 16 Km ke laut," ungkap.
Pernyataan ini pun diperkuat oleh seorang anggota senior Hamas, Ghazi Hamad yang menyatakan bahwa memang benar Hamas telah menolak proposal yang diajukan oleh Mesir dan meminta perubahan berdasarkan persyaratan yang diajukan Hamas.
"Inisiatif ini harus jelas. dan Israel harus sepenuhnya mencabut blokade terhadap Gaza, termasuk membuka semua penyeberangan dan melepaskan para mereka yang harusnya dibebaskan berdasarkan perjanjian Gilad Shalit di Tepi Barat," ungkap Hamad.
Dia mengacu pada kesepakatan 2011 di mana Shalit, seorang tentara Israel yang ditahan oleh militan Gaza selama lebih dari lima tahun, dibebaskan dalam sebuah pertukaran dengan sejumlah tahanan Palestina.
Sebelumnya, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (17/7/2014), Hamas telah menolak proposal yang diajukan oleh Mesir karena tidak sesuai dengan apa yang mereka ingingkan. Menrut Azzam al-Ahmad, seorang tokoh senior Fatah, wakil pemimpin Hamas Mussa Abu Marzuq sudah bertemu dengan para pejabat Mesir di Kairo untuk membahas hal ini.
"Hamas telah menolak proposal dalam bentuk yang sekarang dan menuntut tambahan, seperti menerapkan perjanjian 2012 tentang penyeberangan perbatasan dengan Israel, dan menuntut hak untuk memancing hingga jarak 16 Km ke laut," ungkap.
Pernyataan ini pun diperkuat oleh seorang anggota senior Hamas, Ghazi Hamad yang menyatakan bahwa memang benar Hamas telah menolak proposal yang diajukan oleh Mesir dan meminta perubahan berdasarkan persyaratan yang diajukan Hamas.
"Inisiatif ini harus jelas. dan Israel harus sepenuhnya mencabut blokade terhadap Gaza, termasuk membuka semua penyeberangan dan melepaskan para mereka yang harusnya dibebaskan berdasarkan perjanjian Gilad Shalit di Tepi Barat," ungkap Hamad.
Dia mengacu pada kesepakatan 2011 di mana Shalit, seorang tentara Israel yang ditahan oleh militan Gaza selama lebih dari lima tahun, dibebaskan dalam sebuah pertukaran dengan sejumlah tahanan Palestina.
(esn)