Belum Satu Jam Gencatan Senjata, 2 Roket Gaza Hantam Israel
Selasa, 15 Juli 2014 - 15:35 WIB
Belum Satu Jam Gencatan Senjata, 2 Roket Gaza Hantam Israel
A
A
A
TEL AVIV - Pemerintah Israel pada Selasa (15/7/2014) menerima kesepakatan gencatan senjata yang diusulkan Mesir, meski Hamas menolaknya. Namun, belum genap satu jam gencatan senjata diberlakukan, dua roket ditembakkan dari Gaza ke wilayah Eshkol, Israel.
Gencatan senjata itu sudah disetujui Israel berlaku mulai pukul 09.00 waktu setempat. Namun kurang dari satu jam setelah pukul 09.00, dua roket itu meluncur.
Juru bicara Hamas di Gaza, Sami Abu Zuhri, mengatakan bahwa kelompoknya belum menerima usulan gencatan senjata secara resmi. Kalau pun Hamas setuju gencatan senjata, kata Zuhri, harus ada syarat yang harus dipenuhi Israel sebelum kedua kubu meletakkan senjata.
Kelompok sayap bersenjata Hamas, Birgade al-Qassam dalam keterangan tertulis secara tegas menolak gencatan senjata.”Pertempuran kami dengan musuh terus dan akan meningkat dalam keganasan dan intensitas tinggi,” bunyi pernyataan Brigade al-Qassam, seperti dikutip Reuters.
Para pejabat diplomatik mengatakan, bahwa kabinet Israel sepakat menghentikan invasi ke Jalur Gaza untuk saat ini. Namun, atas nama legitimasi internasional, Israel akan melanjutkan invasi jika Hamas tidak menghentikan serangan roketnya ke wilayah Israel.
Para pejabat Israel secara mayoritas sepakat untuk gencatan senjata. Namun, Menteri Luar Negeri Avigdor Liberman dan Menteri Ekonomi Naftali Bennett tetap memilih menentang kesepakatan gencatan senjata.
Sementara tu, pelaku penembak dua roket dari arah Gaza ke wilayah Israel-- setelah Israel sepakat gencatan senjata--, belum diketahui. Pihak Hamas tidak memberikan konfirmasi atas laporan serangan dua roket asal Gaza itu.
Gencatan senjata itu sudah disetujui Israel berlaku mulai pukul 09.00 waktu setempat. Namun kurang dari satu jam setelah pukul 09.00, dua roket itu meluncur.
Juru bicara Hamas di Gaza, Sami Abu Zuhri, mengatakan bahwa kelompoknya belum menerima usulan gencatan senjata secara resmi. Kalau pun Hamas setuju gencatan senjata, kata Zuhri, harus ada syarat yang harus dipenuhi Israel sebelum kedua kubu meletakkan senjata.
Kelompok sayap bersenjata Hamas, Birgade al-Qassam dalam keterangan tertulis secara tegas menolak gencatan senjata.”Pertempuran kami dengan musuh terus dan akan meningkat dalam keganasan dan intensitas tinggi,” bunyi pernyataan Brigade al-Qassam, seperti dikutip Reuters.
Para pejabat diplomatik mengatakan, bahwa kabinet Israel sepakat menghentikan invasi ke Jalur Gaza untuk saat ini. Namun, atas nama legitimasi internasional, Israel akan melanjutkan invasi jika Hamas tidak menghentikan serangan roketnya ke wilayah Israel.
Para pejabat Israel secara mayoritas sepakat untuk gencatan senjata. Namun, Menteri Luar Negeri Avigdor Liberman dan Menteri Ekonomi Naftali Bennett tetap memilih menentang kesepakatan gencatan senjata.
Sementara tu, pelaku penembak dua roket dari arah Gaza ke wilayah Israel-- setelah Israel sepakat gencatan senjata--, belum diketahui. Pihak Hamas tidak memberikan konfirmasi atas laporan serangan dua roket asal Gaza itu.
(mas)