Perkuat Perbatasan dengan Irak, Saudi Kirim 300.000 Pasukan
Kamis, 03 Juli 2014 - 16:44 WIB
Perkuat Perbatasan dengan Irak, Saudi Kirim 300.000 Pasukan
A
A
A
RIYADH - Arab Saudi pada Kamis (3/7/2014) dikabarkan telah mengerahkan 300.000 pasukan mereka ke wilayah perbatasan dengan Irak. Hal ini dilakukan guna memperkuat perbatasan dan mencegah para militan masuk ke wilayah Arab Saudi.
Melansir Itar-tas, Arab Saudi berbagi perbatasan dengan Irak sepanjang 800 km, di mana saat ini hampir seluruh wilayah perbatasan Irak sudah dikuasai oleh pihak militan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL).
Tindakan ini merupakan pembuktian dari pernyataan Raja Abdullah dari Arab Saudi yang menyatakan akan menggunakan segala cara untuk mencegah masuknya ancaman ke negara mereka.
Salah satu ancaman itu termasuk masuknya militan dari Irak dan Yordania. Hal ini juga berbarengan dengan ancaman dari ISIL/ISIS yang baru saja membentuk kekhalifahan baru.
Para militan menyatakan, mereka akan mencoba untuk menaklukan seluruh dunia, terutama negara di kawasan Timur Tengah dan akan membentuk sebuah kerajaan Islam.
Sebelumnya, Baghdad menuduh Riyadh menyediakan dukungan dana untuk para militan. Namun, Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa mereka menentang campur tangan asing dalam urusan internal Irak.
Melansir Itar-tas, Arab Saudi berbagi perbatasan dengan Irak sepanjang 800 km, di mana saat ini hampir seluruh wilayah perbatasan Irak sudah dikuasai oleh pihak militan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL).
Tindakan ini merupakan pembuktian dari pernyataan Raja Abdullah dari Arab Saudi yang menyatakan akan menggunakan segala cara untuk mencegah masuknya ancaman ke negara mereka.
Salah satu ancaman itu termasuk masuknya militan dari Irak dan Yordania. Hal ini juga berbarengan dengan ancaman dari ISIL/ISIS yang baru saja membentuk kekhalifahan baru.
Para militan menyatakan, mereka akan mencoba untuk menaklukan seluruh dunia, terutama negara di kawasan Timur Tengah dan akan membentuk sebuah kerajaan Islam.
Sebelumnya, Baghdad menuduh Riyadh menyediakan dukungan dana untuk para militan. Namun, Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa mereka menentang campur tangan asing dalam urusan internal Irak.
(esn)