Soal Gaza, Menlu Israel Minta Pemerintahannya Berpikir Ulang
Senin, 30 Juni 2014 - 20:12 WIB
Soal Gaza, Menlu Israel Minta Pemerintahannya Berpikir Ulang
A
A
A
YARUSALEM - Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, mengusulkan agar pemerintahnya memikirkan ulang rencana mereka untuk menduduki jalur Gaza. Hal ini didasari oleh semakin seringnya serangan yang muncul dari wilayah Gaza terhadap Israel.
“Kita harus memutuskan, apakah kita akan memilih alternatif untuk melakukan pendudukan penuh di Gaza atau tidak,” ungkap Liberman dalam sebuah wawancara di Israel, seperti dilansir Xinhua, Senin (30/6/2014).
“Tindakan kita saat ini, yang tidak jelas seperti apa, membuat kerugian tersendiri bagi kita. Hal ini hanya membuat Hamas semakin kuat, dan alasan itu harus dijadikan pertimbangan Israel terhadap Gaza,” Lierberman menambahkan.
Akhir pekan lalu, pasukan udara Israel melakukan serangan terhadap beberapa wilayah yang dianggap sebagai sarang persembunyian militan. Serangan ini juga merupakan serangan balasan atas penembakan rudal terhadap wilayah Israel beberapa hari sebelumnya oleh Hamas.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kembali mendesak Presiden Palestina, Mahmoud Abbas untuk membatalkan kesepakatan pemerintah persatuan nasional antara Hamas dan gerakan Fatah.
Hamas adalah sebuah organisasi politik besar di Palestina, selain Fatah. Sebelumnya, kedua kubu sempat terlibat konflik karena perbedaan paham. Namun, saat ini mereka sudah kembali bersatu dan membentuk pemerintah persatuan yang dikecam oleh Israel karena dianggap sebagai organisasi teroris.
“Kita harus memutuskan, apakah kita akan memilih alternatif untuk melakukan pendudukan penuh di Gaza atau tidak,” ungkap Liberman dalam sebuah wawancara di Israel, seperti dilansir Xinhua, Senin (30/6/2014).
“Tindakan kita saat ini, yang tidak jelas seperti apa, membuat kerugian tersendiri bagi kita. Hal ini hanya membuat Hamas semakin kuat, dan alasan itu harus dijadikan pertimbangan Israel terhadap Gaza,” Lierberman menambahkan.
Akhir pekan lalu, pasukan udara Israel melakukan serangan terhadap beberapa wilayah yang dianggap sebagai sarang persembunyian militan. Serangan ini juga merupakan serangan balasan atas penembakan rudal terhadap wilayah Israel beberapa hari sebelumnya oleh Hamas.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kembali mendesak Presiden Palestina, Mahmoud Abbas untuk membatalkan kesepakatan pemerintah persatuan nasional antara Hamas dan gerakan Fatah.
Hamas adalah sebuah organisasi politik besar di Palestina, selain Fatah. Sebelumnya, kedua kubu sempat terlibat konflik karena perbedaan paham. Namun, saat ini mereka sudah kembali bersatu dan membentuk pemerintah persatuan yang dikecam oleh Israel karena dianggap sebagai organisasi teroris.
(esn)