Seram, 7 Ribu Ginjal Manusia Diambil Secara Ilegal

Jum'at, 27 Juni 2014 - 19:59 WIB
Seram, 7 Ribu Ginjal...
Seram, 7 Ribu Ginjal Manusia Diambil Secara Ilegal
A A A
KATHMANDU - Sebanyak 7 ribu ginjal manusia diambil secara ilegal untuk transplantasi. Temuan itu, yang terbanyak terdapat di negara-negara berkembang.

Data itu dirilis oleh Global Financial Integrity, sebuah organisasi yang menangani Kejahatan Transnasional di Dunia. Menurut organisasi itu, situasi perihal tren pengambilan organ tubuh secara ilegal itu akan bertambah buruk.

”Perdagangan organ (manusia) beroperasi di jurang besar, yang ada antara dunia kaya dan miskin di dunia. Di negara berkembang, stagnasi ekonomi dan kekurangan dalam penegakan hukum menggabungkan dengan meningkatnya globalisasi dan peningkatan teknologi komunikasi untuk menciptakan ruang yang sempurna untuk kejahatan kriminal ini,” bunyi laporan itu, seperti dikutip CNN, Jumat (27/6/2014).

Salah satu temuan itu terdapat di Kavre, sebuah distrik kecil di dekat Ibukota Nepal, Kathmandu. Di wilayah itulah, perdagangan organ manusia marak.

Nawaraj Pariyar, warga Nepal, adalah salah korbannya. Pada tahun 2000, dia bekerja di lokasi konstruksi di Kathmandu. Kala itu, sang mandor mendatanginya dan mengatakan dia akan mendapatkan USD30 ribu, jika dia membiarkan seorang dokter memotong sebongkah daging di tubuhnya.

”Mandor mengatakan kepada saya, bahwa daging itu akan tumbuh kembali,” ujarnya. ”Lalu saya berpikir, jika daging akan tumbuh kembali lagi, dan saya mendapatkan sekitar USD30 ribu, mengapa tidak?,” ujarnya.

Cerita itu berlanjut dengan pemalsuan dokumen, yang seolah-olah dia menjual ginjalnya secara legal. ”Di rumah sakit, dokter bertanya apakah penerima (ginjal) adalah adik saya. Saya diberitahu oleh para pedagang untuk mengatakan ya. Jadi saya lakukan,” katanya.

Parahnya, Pariyar tidak tahu jika organ yang diambil dari tubuhnya itu adalah ginjal.”Saya tidak tahu apa artinya ginjal. Saya hanya tahu Mirgaula (istilah di Nepal untuk menyebut ginjal),” imbuh dia. ”Karena saya tidak tahu bahasa lokal, saya tidak bisa mengerti pembicaraan antara pedagang (ginjal) dan staf rumah sakit.”

Dalam laporannya, organisasi itu menyebut negara-negara berkembang di Asia, khususnya Asia selatan banyak terjadi kasus pengambilan ginjal seperti itu.
(mas)
Berita Terkait
Program Visit Nepal...
Program 'Visit Nepal Year' China Gagal Hidupkan Pariwisata Nepal
Baru Diangkat oleh PM...
Baru Diangkat oleh PM Komunis Sharma Oli, 20 Menteri Dipecat Sekaligus
Sungai Bagmati Meluap,...
Sungai Bagmati Meluap, Ibu Kota Nepal Terendam
Profil Pushpa Kamal...
Profil Pushpa Kamal Dahal, Perdana Menteri Nepal Baru dengan Ideologi Komunis
Kenapa Gerakan Protes...
Kenapa Gerakan Protes Gen Z Nepal Sasar Kaum Elite Nepal Berubah?
Mengapa Gunung Machhapuchhre...
Mengapa Gunung Machhapuchhre Dilarang untuk Didaki? Ternyata Ini Alasannya
Berita Terkini
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
38 menit yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
1 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
1 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
3 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
4 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved