AS Sambut Baik Langkah Putin Cabut Resolusi Militer
Rabu, 25 Juni 2014 - 16:04 WIB
AS Sambut Baik Langkah Putin Cabut Resolusi Militer
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyambut baik langkah yang dianggap sebagai terobosan terbaru dalam rangka menstabilkan kondisi di wilayah Ukraina. Sebelumnya, Putin telah memutuskan untuk mencabut resolusi militer yang menyatakan Rusia boleh campur tangan di Ukraina untuk melindungi warga yang berbahasa Rusia.
Namun, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (25/6/2014), AS melalui juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, menyatakan, pihaknya masih akan terus memantau Rusia. Tindakan ini dilakukan karean AS ingin melihat bukti nyata dari penyataan Putin tersebut.
"Kami menyambut setiap langkah yang diambil Rusia untuk mengakhiri krisis di Ukraina, termasuk permintaan Presiden Putin ke Duma untuk mencabut resolusi otorisasi penggunaan kekuatan militer Rusia di Ukraina," ungkap Earnest.
AS juga menyambut baik sikap yang ditunjukan oleh separatis pro-Rusia di timur Ukraina. Mereka akhirnya menerima seruan presiden Ukraina, Petro Porshenko untuk melakukan gencatan sebagai langkah awal upaya dialog damai kedua belah pihak.
"Kami juga menyambut sikap separatis yang menerima ajakan gencatan senjata dan meminta mereka untuk terus mematuhi itu, dan kita tentunya mendukung setiap komentar dari Presiden Putin tentang nilai perjanjian gencatan senjata," Earnest menambahkan.
“Tetapi sekali lagi kami menegaskan, kami tidak hanya membutuhkan kata-kata. Kami ingin melihat aksi, tindakan nyata, yang tentu saja akan memiliki efek sangat penting dalam usaha perdamaian ini," ucap juru bicara tersebut.
Namun, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (25/6/2014), AS melalui juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, menyatakan, pihaknya masih akan terus memantau Rusia. Tindakan ini dilakukan karean AS ingin melihat bukti nyata dari penyataan Putin tersebut.
"Kami menyambut setiap langkah yang diambil Rusia untuk mengakhiri krisis di Ukraina, termasuk permintaan Presiden Putin ke Duma untuk mencabut resolusi otorisasi penggunaan kekuatan militer Rusia di Ukraina," ungkap Earnest.
AS juga menyambut baik sikap yang ditunjukan oleh separatis pro-Rusia di timur Ukraina. Mereka akhirnya menerima seruan presiden Ukraina, Petro Porshenko untuk melakukan gencatan sebagai langkah awal upaya dialog damai kedua belah pihak.
"Kami juga menyambut sikap separatis yang menerima ajakan gencatan senjata dan meminta mereka untuk terus mematuhi itu, dan kita tentunya mendukung setiap komentar dari Presiden Putin tentang nilai perjanjian gencatan senjata," Earnest menambahkan.
“Tetapi sekali lagi kami menegaskan, kami tidak hanya membutuhkan kata-kata. Kami ingin melihat aksi, tindakan nyata, yang tentu saja akan memiliki efek sangat penting dalam usaha perdamaian ini," ucap juru bicara tersebut.
(esn)