Gencatan Senjata di Timur Ukraina Belum Terwujud
Minggu, 22 Juni 2014 - 15:19 WIB
Gencatan Senjata di Timur Ukraina Belum Terwujud
A
A
A
ANDRIYIVKA - Klaim gencatan senjata yang diumumkan oleh pemerintah Ukraina nampaknya belum terbukti. Beberapa warga lokal menyatakan, baku tembak masih terjadi di wilayah mereka.
“Tidak ada gencatan senjata,” ungkap seorang warga setempat, Lila Ivanovna. “Masih terjadi baku tembak semalam, dan saya mendengar suara senapan dan mortir ditembakan sepanjang malam. Tidak ada yang berubah,” ungkap Ivanovna.
Penjaga perbatasan menyatakan, separatis pro-Rusia melakukan penembakan dengan menggunakan senapan dan peluncur granat. Insiden ini terjadi tidak jauh dari Donetks dan terjadi hanya beberapa jam setelah presiden Ukraina, Petro Poroshenko menyatakan gencatan senjata secara sepihak.
“Pasukan harus kembali terlibat dalam pertempuran saat para pemberontak melakukan penyerangan di dekat wilayah perbatasan. Dua serangan terjadi dalam waktu dekat,” ungkap pihak penjaga perbatasan.
“Sembilan orang penjaga perbatasan mengalami luka-luka dalam pertempuran yang terjadi semalam,” pejabat perbatasan menambahkan, tetapi mereka tidak memberikan rincian apakah ada korban dari pihak sparatis.
Sementara pihak separatis pro-Rusia yang berada di Donetsk menyatakan hal sebaliknya. Mereka mengatakan, bahwa pihak Ukraina lah yang pertama kali melakukan penyerangan terhadap wilayah Slavyansk.
Poroshenko memerintahkan pasukannya untuk melakukan gencatan senjata selama seminggu yang dimulai sejak Jumat malam sebagai bagian dari rencana perdamaian antara pihaknya dengan pihak separatis pro-Rusia.
“Tidak ada gencatan senjata,” ungkap seorang warga setempat, Lila Ivanovna. “Masih terjadi baku tembak semalam, dan saya mendengar suara senapan dan mortir ditembakan sepanjang malam. Tidak ada yang berubah,” ungkap Ivanovna.
Penjaga perbatasan menyatakan, separatis pro-Rusia melakukan penembakan dengan menggunakan senapan dan peluncur granat. Insiden ini terjadi tidak jauh dari Donetks dan terjadi hanya beberapa jam setelah presiden Ukraina, Petro Poroshenko menyatakan gencatan senjata secara sepihak.
“Pasukan harus kembali terlibat dalam pertempuran saat para pemberontak melakukan penyerangan di dekat wilayah perbatasan. Dua serangan terjadi dalam waktu dekat,” ungkap pihak penjaga perbatasan.
“Sembilan orang penjaga perbatasan mengalami luka-luka dalam pertempuran yang terjadi semalam,” pejabat perbatasan menambahkan, tetapi mereka tidak memberikan rincian apakah ada korban dari pihak sparatis.
Sementara pihak separatis pro-Rusia yang berada di Donetsk menyatakan hal sebaliknya. Mereka mengatakan, bahwa pihak Ukraina lah yang pertama kali melakukan penyerangan terhadap wilayah Slavyansk.
Poroshenko memerintahkan pasukannya untuk melakukan gencatan senjata selama seminggu yang dimulai sejak Jumat malam sebagai bagian dari rencana perdamaian antara pihaknya dengan pihak separatis pro-Rusia.
(esn)