Menggila, ISIL Kembali Rebut 4 Kota Penting
Minggu, 22 Juni 2014 - 14:47 WIB
Menggila, ISIL Kembali Rebut 4 Kota Penting
A
A
A
ANBAR - Militan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) yang dibantu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan kembali berhasil merebut empat kota penting di Irak yang berbatasan langsung dengan Suriah.
Seperti dilansir CNN, Minggu (22/6/2014), keempat kota tersebut berhasil direbut oleh para militan pada Sabtu (21/6/2014). Keempat kota itu sendiri berada di Provinsi Anbar, salah satu provinsi terbesar di Irak.
“Selain melakukan serangan di Irak utara, militan kini memperkuat posisi mereka di provinsi Anbar, provinsi terbesar secara geografis di Irak, dan mereka berhasil mengendalikan Al-Qaim, Rawa, Ana dan Husaybah,” ungkap salah seorang pejabat di Anbar dalam kondisi anonim.
“Satu hal yang penting, mereka telah berhasil merebut salah satu kota paling penting dan startegis di provinsi Anbar yaitu Al-Qaim yang berbatasan langsung dengan Suriah, mereka mendapatkan benteng yang sangat kuat di sana,” pejabat tersebut menambahkan.
Dengan direbutnya Al-Qaim, pihak militan dapat dipastikan akan mendapatkan bantuan dari pemerontak Suriah. Al-Qaim adalah gerbang dari Irak menuju wilayah Suriah, dan merupakan sasaran utama militan sedari awal mereka melakukan serangan.
Pejabat tersebut menegaskan, keempat kota tersebut merupakan jalur utama dari Suriah menuju ibukota Irak, Baghdad. Salah satu dari empat kota tersebut, Husaybah, bahkan hanya berjarak 100 kilometer dari Baghdad.
Salah seorang pewarta CNN bahkan menyatakan bila militan mau, mereka bisa melakukan serangan saat ini juga. “Para militan ISIL dan ISIS hanya membutuhkan waktu empat jam untuk sampai ke Baghdad,” ungkap pewarta CNN tersebut.
Pejabat tersebut mengharapkan pemerintah pusat untuk segera mengirimkan bantuan ke Anbar agar mampu mengahalau para militan yang ingin menyerang ibukota. Pemerintah Irak sendiri belum memberikan komentar apapun mengenai hal ini.
Seperti dilansir CNN, Minggu (22/6/2014), keempat kota tersebut berhasil direbut oleh para militan pada Sabtu (21/6/2014). Keempat kota itu sendiri berada di Provinsi Anbar, salah satu provinsi terbesar di Irak.
“Selain melakukan serangan di Irak utara, militan kini memperkuat posisi mereka di provinsi Anbar, provinsi terbesar secara geografis di Irak, dan mereka berhasil mengendalikan Al-Qaim, Rawa, Ana dan Husaybah,” ungkap salah seorang pejabat di Anbar dalam kondisi anonim.
“Satu hal yang penting, mereka telah berhasil merebut salah satu kota paling penting dan startegis di provinsi Anbar yaitu Al-Qaim yang berbatasan langsung dengan Suriah, mereka mendapatkan benteng yang sangat kuat di sana,” pejabat tersebut menambahkan.
Dengan direbutnya Al-Qaim, pihak militan dapat dipastikan akan mendapatkan bantuan dari pemerontak Suriah. Al-Qaim adalah gerbang dari Irak menuju wilayah Suriah, dan merupakan sasaran utama militan sedari awal mereka melakukan serangan.
Pejabat tersebut menegaskan, keempat kota tersebut merupakan jalur utama dari Suriah menuju ibukota Irak, Baghdad. Salah satu dari empat kota tersebut, Husaybah, bahkan hanya berjarak 100 kilometer dari Baghdad.
Salah seorang pewarta CNN bahkan menyatakan bila militan mau, mereka bisa melakukan serangan saat ini juga. “Para militan ISIL dan ISIS hanya membutuhkan waktu empat jam untuk sampai ke Baghdad,” ungkap pewarta CNN tersebut.
Pejabat tersebut mengharapkan pemerintah pusat untuk segera mengirimkan bantuan ke Anbar agar mampu mengahalau para militan yang ingin menyerang ibukota. Pemerintah Irak sendiri belum memberikan komentar apapun mengenai hal ini.
(esn)