Bocor, Penyebab Perahu Indonesia Karam di Malaysia
Rabu, 18 Juni 2014 - 12:27 WIB
Bocor, Penyebab Perahu Indonesia Karam di Malaysia
A
A
A
PETALING JAYA - Penyebab perahu disebut pihak Malaysia berasal dari Indonesia karam di lepas pantai Malaysia mulai terungkap. Sumber di Malaysia menyebut, perahu berpenumpang 97 orang itu mengalami kebocoran, bukan terbalik.
Perahu itu karam di kawasan Sungai Air Hitam, Banting, Malayasia tengah malam tadi. Perahu itu menurut Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) berlayar dari Indonesia menuju Malaysia. Dari 97 orang itu, sebanyak 55 orang telah berhasil diselamatkan, dan 47 lainnya masih hilang.
Laman The Star, Rabu (18/6/2014), melaporkan, para penumpang asal Indonesia tidak membawa dokumen yang sah saat hendak memasuki wilayah Malaysia. (Baca: Perahu Karam di Malaysia, 66 WNI Diduga Tewas)
Informasi karamnya perahu itu diterima Departemen Kebakaran dan Penyelamatan Banting, sekitar pukul 00.24 dini hari tadi.Tim SAR kemudian meluncur ke lokasi kejadian, 30 menit kemudian. (Baca juga: Perahu Karam di Malaysia, 55 WNI Selamat, 42 Hilang)
Juru bicara MMEA, Mohamad Zuhri, mengatakan, ada kemungkinan banyak korban jiwa, jika para penumpang yang semuanya berasal dari Indonesia itu tidak ditemukan.
”Orang Indonesia berusaha untuk masuk ke Malaysia secara ilegal dengan menyeberangi Selat Malaka,” katanya.
Kepala MMEA, Mohamad Hambali Yaakup, mengkhawatirkan nasib para penumpang yang belum ditemukan.”(Perahu) ini tenggelam. Kami percaya perahu itu penuh sesak dan karam di laut kasar saat kejadian,” ujarnya.
Menurutnya, sudah lima kapal dan satu helikopter Malaysia dikerahkan untuk mencari para korban.
Perahu itu karam di kawasan Sungai Air Hitam, Banting, Malayasia tengah malam tadi. Perahu itu menurut Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) berlayar dari Indonesia menuju Malaysia. Dari 97 orang itu, sebanyak 55 orang telah berhasil diselamatkan, dan 47 lainnya masih hilang.
Laman The Star, Rabu (18/6/2014), melaporkan, para penumpang asal Indonesia tidak membawa dokumen yang sah saat hendak memasuki wilayah Malaysia. (Baca: Perahu Karam di Malaysia, 66 WNI Diduga Tewas)
Informasi karamnya perahu itu diterima Departemen Kebakaran dan Penyelamatan Banting, sekitar pukul 00.24 dini hari tadi.Tim SAR kemudian meluncur ke lokasi kejadian, 30 menit kemudian. (Baca juga: Perahu Karam di Malaysia, 55 WNI Selamat, 42 Hilang)
Juru bicara MMEA, Mohamad Zuhri, mengatakan, ada kemungkinan banyak korban jiwa, jika para penumpang yang semuanya berasal dari Indonesia itu tidak ditemukan.
”Orang Indonesia berusaha untuk masuk ke Malaysia secara ilegal dengan menyeberangi Selat Malaka,” katanya.
Kepala MMEA, Mohamad Hambali Yaakup, mengkhawatirkan nasib para penumpang yang belum ditemukan.”(Perahu) ini tenggelam. Kami percaya perahu itu penuh sesak dan karam di laut kasar saat kejadian,” ujarnya.
Menurutnya, sudah lima kapal dan satu helikopter Malaysia dikerahkan untuk mencari para korban.
(mas)