Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi Lebih Keras ke Rusia
Selasa, 17 Juni 2014 - 16:53 WIB
Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi Lebih Keras ke Rusia
A
A
A
TALLINN - Para pemimpin Uni Eropa mengisyaratkan akan mejatuhkan sanksi lebih keras kepada Rusia atas krisis Ukraina yang tak kunjung reda. Rencana sanksi terbaru untuk Moskow itu akan dibahas dalam KTT Uni Eropa pekan depan.
Isyarat dijatuhkannya sanksi lebih keras dari Uni Eropa kepada Rusia itu disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier di Baltik, Selasa (17/6/2014). ”Itu mungkin menjadi perdebatan, dan akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya oleh kepala negara dan pemerintah Eropa,” kata Steinmeier dalam konferensi pers di Ibukota Estonia, Tallinn.
Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi ekonomi dan diplomatik kepada Rusia beberapa waktu lalu, ketika kelompok separatis pro-Rusia memproklamirkan kemerdekaan dua wilayah di Ukraina timur setelah melakukan referendum.
Menurut Steinmeier, dia dan para Menteri Luar Negeri negara-negara Baltik belum mencapai keputusan terkait rencana menjatuhkan sanksi yang lebih keras kepada Rusia. ”Jika Rusia bertanggung jawab atas destabilisasi abadi diUkraina, maka keputusan lebih lanjut akan tak terhindarkan,” kata Steinmeier.
”Kami belum meyakinkan, apakah (sanksi) akan dibahas dalam situasi saat ini,” lanjut dia. Ancaman sanksi terbaru kepada pihak Moskow itu menyusul buntunya mediasi sengketa gas antara Kiev dan Moskow. Puncaknya, Rusia memutuskan menghentikan pasokan gasnya ke Ukraina.
Sedangkan hari ini, Ukraina memutuskan untuk menghentikan kerjasama militer dengan Rusia. Ukraina secara resmi melarang perusahaan alutsista Ukraina memasok senjata ke Rusia. (Baca: Tegang, Ukraina Hentikan Kerjasama Militer dengan Rusia)
Isyarat dijatuhkannya sanksi lebih keras dari Uni Eropa kepada Rusia itu disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier di Baltik, Selasa (17/6/2014). ”Itu mungkin menjadi perdebatan, dan akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya oleh kepala negara dan pemerintah Eropa,” kata Steinmeier dalam konferensi pers di Ibukota Estonia, Tallinn.
Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi ekonomi dan diplomatik kepada Rusia beberapa waktu lalu, ketika kelompok separatis pro-Rusia memproklamirkan kemerdekaan dua wilayah di Ukraina timur setelah melakukan referendum.
Menurut Steinmeier, dia dan para Menteri Luar Negeri negara-negara Baltik belum mencapai keputusan terkait rencana menjatuhkan sanksi yang lebih keras kepada Rusia. ”Jika Rusia bertanggung jawab atas destabilisasi abadi diUkraina, maka keputusan lebih lanjut akan tak terhindarkan,” kata Steinmeier.
”Kami belum meyakinkan, apakah (sanksi) akan dibahas dalam situasi saat ini,” lanjut dia. Ancaman sanksi terbaru kepada pihak Moskow itu menyusul buntunya mediasi sengketa gas antara Kiev dan Moskow. Puncaknya, Rusia memutuskan menghentikan pasokan gasnya ke Ukraina.
Sedangkan hari ini, Ukraina memutuskan untuk menghentikan kerjasama militer dengan Rusia. Ukraina secara resmi melarang perusahaan alutsista Ukraina memasok senjata ke Rusia. (Baca: Tegang, Ukraina Hentikan Kerjasama Militer dengan Rusia)
(mas)