Pria Italia Nobar Piala Dunia usai Bunuh Istri dan Dua Anak
Selasa, 17 Juni 2014 - 10:40 WIB
Pria Italia Nobar Piala Dunia usai Bunuh Istri dan Dua Anak
A
A
A
MILAN - Carlo Lissi,31, pria asal Italia dituduh telah membunuh istri dan dua anaknya, sebelum pergi ke sebuah bar untuk nonton bareng (Nobar) Piala Dunia 2014. Di bar itu, Lissi menonton pertandingan tim Inggris kontra Italia.
Mayat Cristina Omes,38, Giulia,5, dan Gabriele 20 bulan, istri dan anak-anak Lissi ditemukan dengan luka tusuk di leher, di rumah mereka di dekat Milan.
Setelah menonton pertandingan sepak bola dengan teman-temannya, Carlo Lissi, pulang ke rumah tengah malam. Dia melihat mayat istri dan anak-anaknya, kemudian menelepon polisi.
Kepada polisi dia memberitahu, bahwa setelah membunuh istri dan dua anaknya, dia menuju bar. Namun sebelum sampai di bar, dia membuang pisau yang dia gunakan untuk menghabisi istri dan dua anaknya. Di bar tersebut, tanpa rasa bersalah dia asyik menonton pertandingan bola dengan teman-temannya.
“Dia diduga memembunuh tiga orang, karena dia dia jatuh cinta dengan seorang temannya,” tulis La Stampa, yang dilansir Al Arabiya, Selasa (17/6/2014).
Sumber di kepolisian mengatakan saat polisi tiba, rumah korban dalam kondisi terbuka dan sejumlah uang hilang. Tapi, polisi akan fokus pada kasus pembunuhan, bukan pada kasus pencurian.
Meskipun tidak menemukan senjata yang digunakan pelaku, polisi mengabaikan kemungkinan kasus itu karena aksi bunuh diri. Polisi tetap meyakini mereka korban pembunuhan.
Mayat Cristina Omes,38, Giulia,5, dan Gabriele 20 bulan, istri dan anak-anak Lissi ditemukan dengan luka tusuk di leher, di rumah mereka di dekat Milan.
Setelah menonton pertandingan sepak bola dengan teman-temannya, Carlo Lissi, pulang ke rumah tengah malam. Dia melihat mayat istri dan anak-anaknya, kemudian menelepon polisi.
Kepada polisi dia memberitahu, bahwa setelah membunuh istri dan dua anaknya, dia menuju bar. Namun sebelum sampai di bar, dia membuang pisau yang dia gunakan untuk menghabisi istri dan dua anaknya. Di bar tersebut, tanpa rasa bersalah dia asyik menonton pertandingan bola dengan teman-temannya.
“Dia diduga memembunuh tiga orang, karena dia dia jatuh cinta dengan seorang temannya,” tulis La Stampa, yang dilansir Al Arabiya, Selasa (17/6/2014).
Sumber di kepolisian mengatakan saat polisi tiba, rumah korban dalam kondisi terbuka dan sejumlah uang hilang. Tapi, polisi akan fokus pada kasus pembunuhan, bukan pada kasus pencurian.
Meskipun tidak menemukan senjata yang digunakan pelaku, polisi mengabaikan kemungkinan kasus itu karena aksi bunuh diri. Polisi tetap meyakini mereka korban pembunuhan.
(mas)