AS Mulai Lengket dengan Iran, Israel Gusar
Selasa, 17 Juni 2014 - 09:16 WIB
AS Mulai Lengket dengan Iran, Israel Gusar
A
A
A
YERUSALEM - Israel menyuarakan kegusarannya setelah Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan untuk bekerjasama dengan Iran. Mulai lengketnya AS dengan Iran itu dalam rangka membantu Irak untuk menumpas para militan yang membuat kekacauan.
Tapi, Menteri Urusan Strategis Israel, Yuval Steinitz mengatakan kepada Reuters, bahwa AS dan negara-negara besar lainnya telah berjanji bahwa kerja sama untuk membantu Irak itu tidak akan bergeser untuk menyetujui program nuklir Teheran.
Israel juga tidak setuju jika bantuan Iran ke Irak itu untuk memperluas kekuasaan rezim Teheran, setelah Iran telah berhasil menanamkan pengaruhnya ke Suriah. Israel memainkan isu sektarian, di mana Iran yang didominasi kaum Syiah disebut-sebut membantu Irak dan Suriah karena faktor kesamaan sektarian. (Baca: Demi Bantu Irak, Iran Siap Kerjasama dengan AS)
“Dan kami sangat akan tidak ingin situasi (di Irak) membuat AS bersikap lembut terkait masalah nuklir Iran,” kata Steinitz dalam sebuah wawancara yang dilansir Selasa (17/6/2014). Israel khawatir Teheran akan mampu melepaskan sanksi internasional yang telah menjerat rakyat Iran selama satu dekade terakhir.
Steinitz optimis bahwa negosiasi nuklir Teheran tidak akan terpengaruh oleh keterlibatan Iran dalam misi internasional untuk membantu Irak. ”Kami bermasalah, tapi kami telah dibuat paham oleh Amerika dan Inggris,Perancis dan Jerman, bahwa ada pemisahan masalah yang akan ditegakkan,” katanya.
Pejabat Israel lain, yang berbicara dalam kondisi anonim kepada Reuters, mengatakan bahwa komitmen Iran di Irak, kemungkinan dengan mengerahkan pasukan yang selama ini beroperasi di Suriah.
”Mereka harus mengarahkan sumber daya, bahkan mungkin menarik pasukan mereka keluar dari Suriah untuk mengirimkannya ke Irak sebagai gantinya,” ujar pejabat itu.
Tapi, Menteri Urusan Strategis Israel, Yuval Steinitz mengatakan kepada Reuters, bahwa AS dan negara-negara besar lainnya telah berjanji bahwa kerja sama untuk membantu Irak itu tidak akan bergeser untuk menyetujui program nuklir Teheran.
Israel juga tidak setuju jika bantuan Iran ke Irak itu untuk memperluas kekuasaan rezim Teheran, setelah Iran telah berhasil menanamkan pengaruhnya ke Suriah. Israel memainkan isu sektarian, di mana Iran yang didominasi kaum Syiah disebut-sebut membantu Irak dan Suriah karena faktor kesamaan sektarian. (Baca: Demi Bantu Irak, Iran Siap Kerjasama dengan AS)
“Dan kami sangat akan tidak ingin situasi (di Irak) membuat AS bersikap lembut terkait masalah nuklir Iran,” kata Steinitz dalam sebuah wawancara yang dilansir Selasa (17/6/2014). Israel khawatir Teheran akan mampu melepaskan sanksi internasional yang telah menjerat rakyat Iran selama satu dekade terakhir.
Steinitz optimis bahwa negosiasi nuklir Teheran tidak akan terpengaruh oleh keterlibatan Iran dalam misi internasional untuk membantu Irak. ”Kami bermasalah, tapi kami telah dibuat paham oleh Amerika dan Inggris,Perancis dan Jerman, bahwa ada pemisahan masalah yang akan ditegakkan,” katanya.
Pejabat Israel lain, yang berbicara dalam kondisi anonim kepada Reuters, mengatakan bahwa komitmen Iran di Irak, kemungkinan dengan mengerahkan pasukan yang selama ini beroperasi di Suriah.
”Mereka harus mengarahkan sumber daya, bahkan mungkin menarik pasukan mereka keluar dari Suriah untuk mengirimkannya ke Irak sebagai gantinya,” ujar pejabat itu.
(mas)