Cari 3 Pemuda, Militer Israel Tahan 150 Warga Palestina
Senin, 16 Juni 2014 - 20:12 WIB
Cari 3 Pemuda, Militer Israel Tahan 150 Warga Palestina
A
A
A
HEBRON - Tentara Israel hingga Senin (16/6/2014) siang dilaporkan telah menahan setidaknya 150 orang warga Israel dalam usaha untuk menemukan tiga pemuda Israel yang diculik pada tengah pekan lalu di Tepi Barat.
“Kami bertekad untuk membawa pulang secepatnya dan kami akan berusaha sekuat tenaga untuk membawa para penculik ke pengadilan,” ungkap salah satu perwira militer Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner, seperti dilansir CNN.
Di antara mereka yang ditahan terdapat pemimpin Hamas dan anggota parlemen Palestina. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat, setelah sebelumya pada akhir pekan lalu tentara Israel menangkap 80 warga Palestina di Tepi Barat.
"Mereka yang melakukan penculikan terhadap tiga pemuda kami adalah kelompok Hamas. Kelompok Hamas yang saat ini berada di pemerintahan persatuan Palestina di bawah Mahmoud Abbas,” ungkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan akan memberikan bantuan kepada Israel untuk menemukan ketiga pemuda tersebut. Salah satu dari tiga pemuda yang diculik dilaporkan memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat.
“Kami bertekad untuk membawa pulang secepatnya dan kami akan berusaha sekuat tenaga untuk membawa para penculik ke pengadilan,” ungkap salah satu perwira militer Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner, seperti dilansir CNN.
Di antara mereka yang ditahan terdapat pemimpin Hamas dan anggota parlemen Palestina. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat, setelah sebelumya pada akhir pekan lalu tentara Israel menangkap 80 warga Palestina di Tepi Barat.
"Mereka yang melakukan penculikan terhadap tiga pemuda kami adalah kelompok Hamas. Kelompok Hamas yang saat ini berada di pemerintahan persatuan Palestina di bawah Mahmoud Abbas,” ungkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan akan memberikan bantuan kepada Israel untuk menemukan ketiga pemuda tersebut. Salah satu dari tiga pemuda yang diculik dilaporkan memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat.
(esn)