Sama-sama Tolong Irak, Iran dan AS Akan Pamer Kekuatan
Jum'at, 13 Juni 2014 - 17:33 WIB
Sama-sama Tolong Irak, Iran dan AS Akan Pamer Kekuatan
A
A
A
BAGHDAD - Pemerintah Iran disebut-sebut telah mengerahkan pasukan elite dari Garda Revolusi Iran untuk membantu Irak dalam menumpas para militan al-Qaeda.
Jika laporan itu dikonfirmasi Iran, maka akan militer Iran dan militer Amerika Serikat akan pamer kekuatan. Sebab, Amerika Serikat sebelumnya sudah mengisyaratkan akan menempuh opsi militer untuk menolong Irak. (Baca: Obama Isyaratkan Gempur Irak)
Pada hari ini (13/6/2014), pasukan Irak melakukan serangan udara di berbagai wilayah untuk melawan para militan al-Qaeda dari kelompok Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL/ISIS).
Laman Wall Street Journal melaporkan, dua batalyon Angkatan Quds, yang merupakan cabang dari Pengawal Revolusi Iran telah pindah ke Irak pada hari Rabu lalu. Di sana mereka bekerja bersama-sama dengan pasukan Irak untuk merebut kembali kendali atas 85 persen wilayah Tikrit yang telah direbut para militan.
Media AS itu mengklaim mengutip keterangan dari pasukan keamanan Irak dan Iran. Dalam laporan itu, pasukan Iran juga disebut-sebut dikerahkan untuk membantu menjaga Ibu Kota Irak, Bagdhad, serta dua kota suci Syiah dari ancaman serangan para militan. (Baca juga: Irak Kacau Balau karena Warisan Ulah Amerika Serikat)
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama telah menyatakan akan mempertimbangkan opsi aksi militer di Irak, setelah sepak terjang para militan di negara itu tidak terkendali. ”Akan ada beberapa hal dalam jangka pendek yang perlu dilakukan secara militer,” kata Obama, seperti dikutip Reuters.
“Saya tidak mengesampingkan opsi apa pun, karena kita memiliki kekuatan untuk memastikan para jihadis ini tidak mendapatkan pijakan permanen di Irak, atau Suriah,” imbuh Obama. Kendati demikian, belum ada kepastian kapan AS mengerahkan militernya ke Irak, yang kemungkinan akan bertemu dengan militer Iran.
Jika laporan itu dikonfirmasi Iran, maka akan militer Iran dan militer Amerika Serikat akan pamer kekuatan. Sebab, Amerika Serikat sebelumnya sudah mengisyaratkan akan menempuh opsi militer untuk menolong Irak. (Baca: Obama Isyaratkan Gempur Irak)
Pada hari ini (13/6/2014), pasukan Irak melakukan serangan udara di berbagai wilayah untuk melawan para militan al-Qaeda dari kelompok Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL/ISIS).
Laman Wall Street Journal melaporkan, dua batalyon Angkatan Quds, yang merupakan cabang dari Pengawal Revolusi Iran telah pindah ke Irak pada hari Rabu lalu. Di sana mereka bekerja bersama-sama dengan pasukan Irak untuk merebut kembali kendali atas 85 persen wilayah Tikrit yang telah direbut para militan.
Media AS itu mengklaim mengutip keterangan dari pasukan keamanan Irak dan Iran. Dalam laporan itu, pasukan Iran juga disebut-sebut dikerahkan untuk membantu menjaga Ibu Kota Irak, Bagdhad, serta dua kota suci Syiah dari ancaman serangan para militan. (Baca juga: Irak Kacau Balau karena Warisan Ulah Amerika Serikat)
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama telah menyatakan akan mempertimbangkan opsi aksi militer di Irak, setelah sepak terjang para militan di negara itu tidak terkendali. ”Akan ada beberapa hal dalam jangka pendek yang perlu dilakukan secara militer,” kata Obama, seperti dikutip Reuters.
“Saya tidak mengesampingkan opsi apa pun, karena kita memiliki kekuatan untuk memastikan para jihadis ini tidak mendapatkan pijakan permanen di Irak, atau Suriah,” imbuh Obama. Kendati demikian, belum ada kepastian kapan AS mengerahkan militernya ke Irak, yang kemungkinan akan bertemu dengan militer Iran.
(mas)