Peluru Tajam Israel Itu, Lenyapkan Nyawa 2 Remaja Palestina
Kamis, 12 Juni 2014 - 15:37 WIB
Peluru Tajam Israel Itu, Lenyapkan Nyawa 2 Remaja Palestina
A
A
A
RAMALLAH - Penyebab tewasnya Nadim Nuwara,17 dan Muhammad Abu Thahr, 16, dua remaja Palestina terungkap setelah hasil otopsi terhadap dua jenazah korban disampaikan Jaksa Agung Palestina, Kamis (12/6/2014).
Tewasnya dua remaja Palestina saat demo anti-Israel itu memicu amarah rakyat Palestina. Sedangkan militer Israel membantah pasukannya menggunakan peluru tajam untuk membubarkan demo yang terjadi 15 Mei 2014 lalu.
Jaksa Agung Palestina, Abdel Ghani al-A’wewy, mengatakan, hasil otopsi dua jenazah membuktikan dua peluru tajam bersarang di tubuh dua remaja tersebut. Peluru tajam pasukan Israel itulah yang menyebabkan dua remaja Palestina itu meregang nyawa.
”Sebuah fragmen dari peluru tajam ditemukan bersarang di tubuh martir,” kata Abdel Ghani, kepada Reuters. Istilah martir digunakan Jaksa Agung Palestina untuk menyebut perjuangan dua remaja Palestina untuk negaranya yang ditindas Israel.
Dalam demonstrasi di Tepi Barat bulan lalu, dua remaja itu jatuh tersungkur ke tanah setelah terdengar letusan senjata api dari pasukan Israel. Jaksa Agung itu menyatakan, penggunaan peluru tajam untuk menghabisi dua remaja Palestina sudah menjadi bukti kejahatan perang yang dilakukan militer Israel.
Ahli Amerika Serikat, Denmark danIsrael telah diminta keluarga Nuwara untuk menyaksikan hasil otopsi di Palestina Institute of Forensic Medicine di Tepi Barat. Terkait munculnya hasil otopsi itu, juru bicara milter Israel belum berkomentar.
Hasil otopsi tersebut juga akan melengkapi laporan Human Rights Watch, dalam sebuah laporan yang berjudul ”Membunuh Anak, Kejahatan Perang" yang mengulas tindakan pasukan Israel terhadap anak-anak Palestina.
Sebelum hasil otopsi disampaikan, militer Israel mengklaim sudah memecat tentara yang menembak dua remaja Palestina itu. Namun, soal bantahan militer Israel menggunakan peluru tajam hingga kini belum diklarifikasi.
Tewasnya dua remaja Palestina saat demo anti-Israel itu memicu amarah rakyat Palestina. Sedangkan militer Israel membantah pasukannya menggunakan peluru tajam untuk membubarkan demo yang terjadi 15 Mei 2014 lalu.
Jaksa Agung Palestina, Abdel Ghani al-A’wewy, mengatakan, hasil otopsi dua jenazah membuktikan dua peluru tajam bersarang di tubuh dua remaja tersebut. Peluru tajam pasukan Israel itulah yang menyebabkan dua remaja Palestina itu meregang nyawa.
”Sebuah fragmen dari peluru tajam ditemukan bersarang di tubuh martir,” kata Abdel Ghani, kepada Reuters. Istilah martir digunakan Jaksa Agung Palestina untuk menyebut perjuangan dua remaja Palestina untuk negaranya yang ditindas Israel.
Dalam demonstrasi di Tepi Barat bulan lalu, dua remaja itu jatuh tersungkur ke tanah setelah terdengar letusan senjata api dari pasukan Israel. Jaksa Agung itu menyatakan, penggunaan peluru tajam untuk menghabisi dua remaja Palestina sudah menjadi bukti kejahatan perang yang dilakukan militer Israel.
Ahli Amerika Serikat, Denmark danIsrael telah diminta keluarga Nuwara untuk menyaksikan hasil otopsi di Palestina Institute of Forensic Medicine di Tepi Barat. Terkait munculnya hasil otopsi itu, juru bicara milter Israel belum berkomentar.
Hasil otopsi tersebut juga akan melengkapi laporan Human Rights Watch, dalam sebuah laporan yang berjudul ”Membunuh Anak, Kejahatan Perang" yang mengulas tindakan pasukan Israel terhadap anak-anak Palestina.
Sebelum hasil otopsi disampaikan, militer Israel mengklaim sudah memecat tentara yang menembak dua remaja Palestina itu. Namun, soal bantahan militer Israel menggunakan peluru tajam hingga kini belum diklarifikasi.
(mas)