Jatuh ke Tangan ISIS, Kondisi Mosul Kacau Balau
Rabu, 11 Juni 2014 - 10:41 WIB
Jatuh ke Tangan ISIS, Kondisi Mosul Kacau Balau
A
A
A
MOSUL - Lebih dari 150 ribu orang terpaksa melarikan diri mengungsi dari Mosul, Irak utara. Hal itu terjadi, setelah ratusan militan kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIS) menyerang dan mengambil alih kota itu.
Kondisi kota di Irak utara itu sudah kacau balau akibat serangan ratusan militan. Puluhan kendaraan militer dibakar, dan banyak tentara tidak berdaya dan memilih lari bersama warga sipil keluar dari Kota Mosul.
Perdana Menteri Irak, Nouri Maliki merespon aksi militan ISIL, dengan meminta parlemen untuk menyatakan status keadaan darurat untuk memberinya kekuasaan yang lebih besar kepada dirinya.
Serangan militan ISIS ke Mosul dikecam Amerika Serikat.Departemen Luar Negeri AS, mengatakan, ISIS telah menjadi ancaman bagi seluruh wilayah di Irak.
”Situasi di Mosul sangat serius. AS mendukung respon kuat (dari pemerintah Irak) untuk mendorong tindakan terhadap agresi ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki.
PBB juga menyatakan keprihatinannya terhadap situasi di Mosul, Irak utara. Sementara itu, situasi terkini di Mosul, seperti dikutip Reuters, Rabu (11/6/2014) sudah kacau. Pulahan kendaraan militer Irak hancur akibat serangan para militan.
Warga setempat mengatakan, para militan mengibarkan bendera dan berbicara dengan pengeras suara, yang mengklaim mereka datang untuk membebaskan Mosul.”Situasi kacau di dalam kota dan tidak ada yang membantu kami,” kata seorang pegawai pemerintah Irak, Umm Karam. ”Kami takut,” katanya lagi.
Banyak kantor polisi dilaporkan telah dibakar dan ratusan tahanan dibebaskan. ”Pasukan tentara membuang senjata mereka, mengganti pakaian mereka, meninggalkan kendaraan mereka dan lari dari kota,” kata Mahmud Nuri, warga yang melarikan diri dari Mosul.
Kondisi kota di Irak utara itu sudah kacau balau akibat serangan ratusan militan. Puluhan kendaraan militer dibakar, dan banyak tentara tidak berdaya dan memilih lari bersama warga sipil keluar dari Kota Mosul.
Perdana Menteri Irak, Nouri Maliki merespon aksi militan ISIL, dengan meminta parlemen untuk menyatakan status keadaan darurat untuk memberinya kekuasaan yang lebih besar kepada dirinya.
Serangan militan ISIS ke Mosul dikecam Amerika Serikat.Departemen Luar Negeri AS, mengatakan, ISIS telah menjadi ancaman bagi seluruh wilayah di Irak.
”Situasi di Mosul sangat serius. AS mendukung respon kuat (dari pemerintah Irak) untuk mendorong tindakan terhadap agresi ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki.
PBB juga menyatakan keprihatinannya terhadap situasi di Mosul, Irak utara. Sementara itu, situasi terkini di Mosul, seperti dikutip Reuters, Rabu (11/6/2014) sudah kacau. Pulahan kendaraan militer Irak hancur akibat serangan para militan.
Warga setempat mengatakan, para militan mengibarkan bendera dan berbicara dengan pengeras suara, yang mengklaim mereka datang untuk membebaskan Mosul.”Situasi kacau di dalam kota dan tidak ada yang membantu kami,” kata seorang pegawai pemerintah Irak, Umm Karam. ”Kami takut,” katanya lagi.
Banyak kantor polisi dilaporkan telah dibakar dan ratusan tahanan dibebaskan. ”Pasukan tentara membuang senjata mereka, mengganti pakaian mereka, meninggalkan kendaraan mereka dan lari dari kota,” kata Mahmud Nuri, warga yang melarikan diri dari Mosul.
(mas)