Ditangkap di Korut, Keluarga Bantah Turis AS Jadi Misionaris
Sabtu, 07 Juni 2014 - 11:16 WIB
Ditangkap di Korut, Keluarga Bantah Turis AS Jadi Misionaris
A
A
A
PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) akhirnya mengkonfirmasi soal penangkapan turis asal Amerika Serikat (AS). Turis itu diketahui bernama Jeffrey Edward Fowle, 56.
Sejumlah laporan menyebut, Fowle meninggalkan Injil di hotelnya tempatnya menginap setelah dia ditangkap aparat keamanan Korut. Tapi pengacaranya, yang berbicara atas nama keluarga Fowle membantah jika dia seorang misionaris.
Kantor berita pemerintah Korut, KCNA, melaporkan, Fowle memasuki Korut pada 29 April 2014, tanpa memberikan rincian penjelasan lebih lanjut. Sedangkan media AS melaporkan, bahwa Fowle warga Miamisburg, Ohio. (Baca: Korea Utara Tangkap Turis Amerika Serikat)
Seorang tetangganya, mengatakan, Fowle adalah ayah dari tiga anak yang bepergian sendirian. Dalam di perjalanan. Timothy Tepe, pengacara keluarga Fowle mengatakan, Fowle pergi ke Korut murni sebagai turis biasa, bukan misionaris.
Pemerintah Korut sendiri menyatakan, Fowle ditangkap atas tuduhan melanggar hukum DPRK (Korut). Tapi, pelanggaran seperti apa, pihak Pyongyang tidak menjelaskannya.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengaku sudah menerima laporan bahwa Fowle ditahan di Korut. ”Tidak ada prioritas yang lebih besar bagi kita daripada kesemalatan dan kesejahteraan warga AS di luar negeri,” kata pejabat departemen itu, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/6/2014).
Sejumlah laporan menyebut, Fowle meninggalkan Injil di hotelnya tempatnya menginap setelah dia ditangkap aparat keamanan Korut. Tapi pengacaranya, yang berbicara atas nama keluarga Fowle membantah jika dia seorang misionaris.
Kantor berita pemerintah Korut, KCNA, melaporkan, Fowle memasuki Korut pada 29 April 2014, tanpa memberikan rincian penjelasan lebih lanjut. Sedangkan media AS melaporkan, bahwa Fowle warga Miamisburg, Ohio. (Baca: Korea Utara Tangkap Turis Amerika Serikat)
Seorang tetangganya, mengatakan, Fowle adalah ayah dari tiga anak yang bepergian sendirian. Dalam di perjalanan. Timothy Tepe, pengacara keluarga Fowle mengatakan, Fowle pergi ke Korut murni sebagai turis biasa, bukan misionaris.
Pemerintah Korut sendiri menyatakan, Fowle ditangkap atas tuduhan melanggar hukum DPRK (Korut). Tapi, pelanggaran seperti apa, pihak Pyongyang tidak menjelaskannya.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengaku sudah menerima laporan bahwa Fowle ditahan di Korut. ”Tidak ada prioritas yang lebih besar bagi kita daripada kesemalatan dan kesejahteraan warga AS di luar negeri,” kata pejabat departemen itu, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/6/2014).
(mas)