Kisah Heroik Pelumpuh Rezim Hitler setelah 70 Tahun
Jum'at, 06 Juni 2014 - 16:21 WIB
Kisah Heroik Pelumpuh Rezim Hitler setelah 70 Tahun
A
A
A
NORMANDIA - Hari ini (6/6/2014) tepat 70 tahun pasukan sekutu mendarat di Normandia, Prancis yang kala itu dikuasai pasukan rezim Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler.
Setelah 70 tahun, salah satu dari para pemberani yang menginvasi “markas” Hitler itu masih hidup dan bertutur tentang kisah yang mengakhiri Perang Dunia II itu.
Jim Martin, nama veteran Amerika Serikat yang menjadi salah satu penerjun yang mendarat di Normandia saat itu. Usianya kini sudah 93 tahun. Martin tak pernah lupa dengan kenangan heroik 70 tahun silam.”Saya merasa baik-baik saja,” ujarnya, saat ditanya perasaannya saat mendarat di Normandia untuk menghadapi pasukan Hitler yang terkenal ganas saat itu.
“Itu indah, benar-benar indah,” katanya lagi, seperti dikutip CNN. Penerjunan itu berlangsung malam hari."Itu tidak (bisa dibandingkan),” kata Martin.”Karena tidak ada orang yang menembaki saya hari ini,” lanjut dia membandingkan situasi saat ini dengan 70 tahun silam.
Dia memperkiran hanya ada belasan tentara yang berani kala itu dalam mengambil misi invasi pada momen yang dikenal dengan sebutan “D-Day” tersebut. Matin melakukan misi itu, saat usianya 23 tahun pada Juni 1944. Dia menyadari, misinya akan berhadapan dengan orang-orang ganas pimpinan Hitler. Tapi tekadnya sudah bulat, dan dia selamat.
”Semua orang ketakutan sepanjang waktu, dan jika mereka memberitahu Anda sesuatu yang berbeda, maka itu penuh dengan omong kosong,” ucap mantan penerjun payung itu.”Tapi, Anda hanya melakukan apa yang harus Anda lakukan terlepas dari itu. Itulah perbedaannya.”
Tempur di Benteng Hitler
Misi hari itu bukan akhir dari segalanya. Martin masih harus berjuang selama 43 hari sebelum pindah untuk menyerang Belanda, dan menangkis serangan pasukan Nazi selama pertempuran di Berchtesgaden, benteng pertahanan Hitler di Pegunungan Alpen, Jerman.
Bertahun-tahun, Martin seperti menjadi selebriti. Tapi, dia merasa hal itu biasa saja.”Saya tidak merasa kita melakukan sesuatu yang kita tidak seharusnya dilakukan atau sesuatu yang luar biasa,” katanya. ”Kami hanya melakukan apa yang telah diberikan dalam latihan untuk kita.”
Martin, pada hari ini bertemu dengan para veteran lain. Mereka rata-rata menggunakan kursi roda. Sementara itu, para “pewaris” dari negara-negara yang terlibat Perang Dunia II juga ikut hadir di Normandia.
Barack Obama mewakili AS, Ratu Elizabeth II mewakili Inggris, Vladimir Putin mewakili Soviet yang sekarang Rusia, Angela Merkel mewakili Jerman dan beberapa pemimpin dunia berkumpul dalam momen tak terlupakan itu. Kendati demikian, peringatan 70 tahun invasi pasukan sekutu ke Normandia diwarnai ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat atas krisis Ukraina.
Setelah 70 tahun, salah satu dari para pemberani yang menginvasi “markas” Hitler itu masih hidup dan bertutur tentang kisah yang mengakhiri Perang Dunia II itu.
Jim Martin, nama veteran Amerika Serikat yang menjadi salah satu penerjun yang mendarat di Normandia saat itu. Usianya kini sudah 93 tahun. Martin tak pernah lupa dengan kenangan heroik 70 tahun silam.”Saya merasa baik-baik saja,” ujarnya, saat ditanya perasaannya saat mendarat di Normandia untuk menghadapi pasukan Hitler yang terkenal ganas saat itu.
“Itu indah, benar-benar indah,” katanya lagi, seperti dikutip CNN. Penerjunan itu berlangsung malam hari."Itu tidak (bisa dibandingkan),” kata Martin.”Karena tidak ada orang yang menembaki saya hari ini,” lanjut dia membandingkan situasi saat ini dengan 70 tahun silam.
Dia memperkiran hanya ada belasan tentara yang berani kala itu dalam mengambil misi invasi pada momen yang dikenal dengan sebutan “D-Day” tersebut. Matin melakukan misi itu, saat usianya 23 tahun pada Juni 1944. Dia menyadari, misinya akan berhadapan dengan orang-orang ganas pimpinan Hitler. Tapi tekadnya sudah bulat, dan dia selamat.
”Semua orang ketakutan sepanjang waktu, dan jika mereka memberitahu Anda sesuatu yang berbeda, maka itu penuh dengan omong kosong,” ucap mantan penerjun payung itu.”Tapi, Anda hanya melakukan apa yang harus Anda lakukan terlepas dari itu. Itulah perbedaannya.”
Tempur di Benteng Hitler
Misi hari itu bukan akhir dari segalanya. Martin masih harus berjuang selama 43 hari sebelum pindah untuk menyerang Belanda, dan menangkis serangan pasukan Nazi selama pertempuran di Berchtesgaden, benteng pertahanan Hitler di Pegunungan Alpen, Jerman.
Bertahun-tahun, Martin seperti menjadi selebriti. Tapi, dia merasa hal itu biasa saja.”Saya tidak merasa kita melakukan sesuatu yang kita tidak seharusnya dilakukan atau sesuatu yang luar biasa,” katanya. ”Kami hanya melakukan apa yang telah diberikan dalam latihan untuk kita.”
Martin, pada hari ini bertemu dengan para veteran lain. Mereka rata-rata menggunakan kursi roda. Sementara itu, para “pewaris” dari negara-negara yang terlibat Perang Dunia II juga ikut hadir di Normandia.
Barack Obama mewakili AS, Ratu Elizabeth II mewakili Inggris, Vladimir Putin mewakili Soviet yang sekarang Rusia, Angela Merkel mewakili Jerman dan beberapa pemimpin dunia berkumpul dalam momen tak terlupakan itu. Kendati demikian, peringatan 70 tahun invasi pasukan sekutu ke Normandia diwarnai ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat atas krisis Ukraina.
(mas)