Ukraina Kian Memburuk, Rusia Luncurkan Resolusi PBB
Senin, 02 Juni 2014 - 16:51 WIB
Ukraina Kian Memburuk, Rusia Luncurkan Resolusi PBB
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia menepis klaim negara-negara Barat yang menyebut situasi di Ukraina berangsur membaik setelah Pemilu 25 Mei 2014 lalu. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menegaskan situasi di Ukraina justru semakin memburuk setelah digelar pemilu.
Untuk itu, Rusia pada Senin (2/6/2014) menyerahkan draft resolusi kepada Dewan Keamanan PBB. Salah satu isi resolusi yang dirancang Rusia itu adalah tekanan agar pemerintah Ukraina menghentikan operasi militer yang telah menyebabkan banyak korban jiwa.
Menurut Lavrov, klaim Ukraina membaik seperti yang disampaikan negara-negara Barat selama ini tidak benar.”Yang terjadi justru sebaliknya,” kata Lavrov, seperti dikutip Reuters. ”Orang-orang sekarat setiap hari. Warga sipil yang damai menderita lebih dan lebih parah. Tentara dan pesawat militer dengan senjata berat digunakan untuk melawan mereka.”
Dia meyakini, resolusi itu akan membawa perubahan terhadap kondisi di Ukraina.”Rancangan resolusi berisi permintaan untuk penghentian segera kekerasan. Dan awal negosiasi yang sebenarnya dengan tujuan membangun stabilitas dapat dilakukan dengan gencatan senjata,” ujar Lavrov.
Sementara itu, Presiden terpilih Ukraina, Petro Poroshenko telah menantang seruan Moskow agar menghentikan operasi militer terhadap kelompok sparatis di Donetsk dan Luhansk, Ukraina timur yang dekat dengan perbatasan Rusia. Kiev menegaskan operasi militer itu untuk memberangus teroris.
Untuk itu, Rusia pada Senin (2/6/2014) menyerahkan draft resolusi kepada Dewan Keamanan PBB. Salah satu isi resolusi yang dirancang Rusia itu adalah tekanan agar pemerintah Ukraina menghentikan operasi militer yang telah menyebabkan banyak korban jiwa.
Menurut Lavrov, klaim Ukraina membaik seperti yang disampaikan negara-negara Barat selama ini tidak benar.”Yang terjadi justru sebaliknya,” kata Lavrov, seperti dikutip Reuters. ”Orang-orang sekarat setiap hari. Warga sipil yang damai menderita lebih dan lebih parah. Tentara dan pesawat militer dengan senjata berat digunakan untuk melawan mereka.”
Dia meyakini, resolusi itu akan membawa perubahan terhadap kondisi di Ukraina.”Rancangan resolusi berisi permintaan untuk penghentian segera kekerasan. Dan awal negosiasi yang sebenarnya dengan tujuan membangun stabilitas dapat dilakukan dengan gencatan senjata,” ujar Lavrov.
Sementara itu, Presiden terpilih Ukraina, Petro Poroshenko telah menantang seruan Moskow agar menghentikan operasi militer terhadap kelompok sparatis di Donetsk dan Luhansk, Ukraina timur yang dekat dengan perbatasan Rusia. Kiev menegaskan operasi militer itu untuk memberangus teroris.
(mas)