Dituduh Murtad dan Divonis Mati, Wanita Sudan Dibebaskan

Minggu, 01 Juni 2014 - 09:57 WIB
Dituduh Murtad dan Divonis...
Dituduh Murtad dan Divonis Mati, Wanita Sudan Dibebaskan
A A A
KHARTOUM - Mariam Yahya Ibrahim Ishag, 27, wanita Sudan yang divonis mati atas tuduhan pindah dari agama Islam atau murtad akan dibebaskan dalam beberapa hari ini.

Mariam akan dibebaskan, setelah pemerintah Sudan menuai kecaman dari berbagai negara setelah kasus Mariam terungkap. (Baca: Nestapa Mariam, Wanita Sudan yang Dihukum Mati karena Murtad)

Mariam yang bersikeras tidak murtad, karena sejak kecil beragama Kristen itu, beberapa hari lalu juga melahirkan bayi di dalam penjara.

Pembebasan Mariam itu disampaikan Abdullah Al-Azraq, Wakil Sekretaris di Kementerian Luar Negeri Sudan.

Menurutnya, Sudan menjamin kebebasan beragama dan berkomitmen untuk melindungi wanita. “Wanita itu akan dibebaskan dalam beberapa hari sesuai dengan prosedur hukum yang akan diambil oleh pengadilan dan Departemen Kehakiman,” kata Abdullah, seperti dikutip BBC, semalam (31/5/2014).

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, David Cameron, dalam wawancaranya dengan Times,menyebut hukuman yang dijatuhkan kepada Mariam tak ubahnya seperti hukum barbar. (Baca juga: Inggris Protes Vonis Mati Wanita Sudan yang Dicap Murtad)

Mariam, yang merupakan seorang aktivis itu dibesarkan sebagai seorang Kristen Ortodoks. Tapi hakim di pengadilan Sudan bersikeras bahwa dia awalnya beragama Islam karena mengacu agama yang dianut ayahnya.

Mariam telah menikah dengan pria AS beragama Kristen, bernama Daniel Wani. Tak hanya dituduh murtad dan divonis mati, pengadilan Sudan juga membatalkan pernikahan pasangan itu, karena meyakini Mariam beda agama dengan Daniel. Karena dianggap beda agama itulah, Mariam dituduh melakukan perzinahan dan divonis 100 cambukan.
(mas)
Berita Terkait
385 WNI dari Sudan Tiba...
385 WNI dari Sudan Tiba di Asrama Haji Jakarta
Siapa Pemimpin Konflik...
Siapa Pemimpin Konflik Sudan?
Pemimpin Faksi yang...
Pemimpin Faksi yang Bertikai di Sudan Setujui Gencatan Senjata 7 Hari
Tentara Sudan Kuasai...
Tentara Sudan Kuasai Istana Kepresidenan, Pemberontak Masih Tebar Ancaman
2.000 Orang Dibantai...
2.000 Orang Dibantai di Sudan, 5 Negara Arab Kecam Aksi Pemberontak RSF
Pemerintah dan Kelompok...
Pemerintah dan Kelompok Bersenjata Sudan Capai Kesepakatan Damai
Berita Terkini
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
1 jam yang lalu
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
1 jam yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
2 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
3 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
4 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved