Junta Militer Thailand Bakal Hadapi Gelombang Demo Baru
Jum'at, 30 Mei 2014 - 19:47 WIB
Junta Militer Thailand Bakal Hadapi Gelombang Demo Baru
A
A
A
BANGKOK - Para penguasa militer Thailand sedang bersiap-siap untuk menghadapi gelombang demonstrasi jalanan baru. Militer mengaku menerima informasi, bahwa pada 1 Juni 2014, akan ada gelombang demonstrasi baru di jalanan untuk menentang kudeta militer.
Kesiapan militer Thailand itu diungkapkan Kementerian Dalam Negeri Thailand, Jumat (30/5/2014). Kementerian itu berharap para demonstran tidak menduduki kembali tempat-tempat penting di Bangkok.
Para pengunjuk rasa telah memilih alun-alun dekat Monumen Kemenangan. Tempat itu merupakan salah satu tempat, di mana beberapa penentang junta militer berkumpul dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Direktorat Utama Kepolisian Nasional Thailand, lebih dari 1.000 tentara dan polisi telah dikerahkan di dekat Monumen Kemenangan untuk mencegah para demonstrasi melakukan reli di jalanan. Sementara itu, seperti dikutip Voice of Russia, semua jalan di sekitar monumen tersebut telah ditutup.
Wakil Kepala Polisi Nasional Thailand, Somyot Poompanmoung, mengatakan kepada wartawan bahwa aparat penegak hukum mampu mengirim sejumlah petugas ke beberapa lokasi di Bangkok, di mana para demonstran merencanakan aksi.
Dewan Nasional Ketentraman dan Ketertiban (NCPO), telah memperingatkan para pengunjuk rasa, jika nekat melakukan demonstrasi. NCPO telah memperingatkan demonstran, bahwa mereka berhak menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi yang tidak sah.
“Sangat penting untuk memahami bahwa situasi di negara itu tidak bisa disebut normal. Tindakan tegas yang diambil untuk menjaga perdamaian dan ketertiban. Biarkan saya menunjukkan bahwa semua pertemuan politik yang melibatkan lebih dari lima orang saat ini dilarang,” kata Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Thailand, Winthai Suvaree, yang menegaskan larangan demonstran Thailand berkumpul lima orang atau lebih di suatu tempat.
Kesiapan militer Thailand itu diungkapkan Kementerian Dalam Negeri Thailand, Jumat (30/5/2014). Kementerian itu berharap para demonstran tidak menduduki kembali tempat-tempat penting di Bangkok.
Para pengunjuk rasa telah memilih alun-alun dekat Monumen Kemenangan. Tempat itu merupakan salah satu tempat, di mana beberapa penentang junta militer berkumpul dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Direktorat Utama Kepolisian Nasional Thailand, lebih dari 1.000 tentara dan polisi telah dikerahkan di dekat Monumen Kemenangan untuk mencegah para demonstrasi melakukan reli di jalanan. Sementara itu, seperti dikutip Voice of Russia, semua jalan di sekitar monumen tersebut telah ditutup.
Wakil Kepala Polisi Nasional Thailand, Somyot Poompanmoung, mengatakan kepada wartawan bahwa aparat penegak hukum mampu mengirim sejumlah petugas ke beberapa lokasi di Bangkok, di mana para demonstran merencanakan aksi.
Dewan Nasional Ketentraman dan Ketertiban (NCPO), telah memperingatkan para pengunjuk rasa, jika nekat melakukan demonstrasi. NCPO telah memperingatkan demonstran, bahwa mereka berhak menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi yang tidak sah.
“Sangat penting untuk memahami bahwa situasi di negara itu tidak bisa disebut normal. Tindakan tegas yang diambil untuk menjaga perdamaian dan ketertiban. Biarkan saya menunjukkan bahwa semua pertemuan politik yang melibatkan lebih dari lima orang saat ini dilarang,” kata Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Thailand, Winthai Suvaree, yang menegaskan larangan demonstran Thailand berkumpul lima orang atau lebih di suatu tempat.
(mas)