Belasan dari 40 Pria Penggilir Gadis Malaysia Dibekuk
Jum'at, 30 Mei 2014 - 15:59 WIB
Belasan dari 40 Pria Penggilir Gadis Malaysia Dibekuk
A
A
A
KUALA LUMPUR - Polisi Malaysia telah menangkap sedikitnya 13 pria dari sekitar 40 orang yang dituduh memperkosa gadis 15 tahun secara bergiliran. Insiden itu dialami korban pada 20 Mei 2014 selama berjam-jam di sebuah gubuk kosong di negara bagian Kelantan.
Polisi Malaysia mengkonfirmasi penangkapan belasan tersangka itu, Jumat (30/5/2014). Media Malaysia, The Star, dalam laporan awal menyebut jumlah pemerkosa gadis itu sekitar 40 pria. Namun, 17 pria di antaranya hingga kini masih dalam penyelidikan.
Mereka semua yang ditangkap berasal dari desa yang sama. Salah satu dari mereka yang ditangkap adalah pria berserta dua putranya. Pejabat polisi Malaysia yang berbicara dalam kondisi anonim, menduga para tersangka terpengaruh narkoba ketika melakukan tindakan itu.
Suri Kempe, seorang pejabat dari lembaga yang memperjuangkan hak-hak perempuan, Sisters in Islam, mengatakan jumlah kasus yang sering dilaporkan sudah dalam taraf yang sangat mengkhawatirkan.
”Anak laki-laki yang dibesarkan dalam budaya, di mana dididik menjadi agresif. Dan itu benar-benar digunakan untukmelakukan kekerasan demi mendapatkan apa yang diinginkannya,” bunyi pernyataan Sister in Islam.
Di negara itu, menurut catatan kepolisian, hampir 3.000 kasus perkosaan yang dilaporkan pada tahun 2012. Para korban mayoritas berusia 16 tahun dan usia di bawahnya. Namun, para aktivis Malaysia meyakini jumlah kasus itu lebih banyak, karena banyak yang tidak dilaporkan.
Polisi Malaysia mengkonfirmasi penangkapan belasan tersangka itu, Jumat (30/5/2014). Media Malaysia, The Star, dalam laporan awal menyebut jumlah pemerkosa gadis itu sekitar 40 pria. Namun, 17 pria di antaranya hingga kini masih dalam penyelidikan.
Mereka semua yang ditangkap berasal dari desa yang sama. Salah satu dari mereka yang ditangkap adalah pria berserta dua putranya. Pejabat polisi Malaysia yang berbicara dalam kondisi anonim, menduga para tersangka terpengaruh narkoba ketika melakukan tindakan itu.
Suri Kempe, seorang pejabat dari lembaga yang memperjuangkan hak-hak perempuan, Sisters in Islam, mengatakan jumlah kasus yang sering dilaporkan sudah dalam taraf yang sangat mengkhawatirkan.
”Anak laki-laki yang dibesarkan dalam budaya, di mana dididik menjadi agresif. Dan itu benar-benar digunakan untukmelakukan kekerasan demi mendapatkan apa yang diinginkannya,” bunyi pernyataan Sister in Islam.
Di negara itu, menurut catatan kepolisian, hampir 3.000 kasus perkosaan yang dilaporkan pada tahun 2012. Para korban mayoritas berusia 16 tahun dan usia di bawahnya. Namun, para aktivis Malaysia meyakini jumlah kasus itu lebih banyak, karena banyak yang tidak dilaporkan.
(mas)