Kritik Pemerintah Yordania, Dubes Suriah di Usir
Senin, 26 Mei 2014 - 22:12 WIB
Kritik Pemerintah Yordania, Dubes Suriah di Usir
A
A
A
AMMAN - AMMAN - Pemerintah Yordania pada Senin (26/5/2014) dikabarkan mengusir Duta Besar Suriah untuk Yordania karena kritik tajamnya terhadap pemerintah Yordania. Sangg Dubes menuduh Yordania telah bersekongkol dengan Barat untuk melawan Suriah.
“Duta Besar Bahjat Suleiman, yang juga mantan Kepala Intelijen, telah melanggar protokol diplomatik dengan melakukan komentar berulang di media sosial yang mengkritik Yordania dan sekutunya,” ungkap Kementerian Luar Negeri Yordania melalui sebuah pernyataan.
Menurut laporan Reuters, Suleiman diberikan waktu 24 jam untuk meninggalkan Amman. Dalam postinganya, Suleiman menuduh Yordania mengirim para radikal untuk melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad dan memfasilitasi pemberontak Suriah.
“Suleiman telah membuat tuduhan tak berdasar terhadap pemerintah Yordania dengan melakukan beberapa postingan di media sosial, kami telah melakukan peringatan berulang-ulang sebelumnya,” pernyataan tersebut menambahkan.
Dalam postingannya, Suleiman juga menuduh Yordania dan Arab Saudi telah membuah sebuah kamp pelatihan untuk para pemberontak pemerintahan Suriah, dan memberikan perlindungan terhadap para pemberontak.
“Duta Besar Bahjat Suleiman, yang juga mantan Kepala Intelijen, telah melanggar protokol diplomatik dengan melakukan komentar berulang di media sosial yang mengkritik Yordania dan sekutunya,” ungkap Kementerian Luar Negeri Yordania melalui sebuah pernyataan.
Menurut laporan Reuters, Suleiman diberikan waktu 24 jam untuk meninggalkan Amman. Dalam postinganya, Suleiman menuduh Yordania mengirim para radikal untuk melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad dan memfasilitasi pemberontak Suriah.
“Suleiman telah membuat tuduhan tak berdasar terhadap pemerintah Yordania dengan melakukan beberapa postingan di media sosial, kami telah melakukan peringatan berulang-ulang sebelumnya,” pernyataan tersebut menambahkan.
Dalam postingannya, Suleiman juga menuduh Yordania dan Arab Saudi telah membuah sebuah kamp pelatihan untuk para pemberontak pemerintahan Suriah, dan memberikan perlindungan terhadap para pemberontak.
(esn)