Usai Kudeta, Militer Tahan Yingluck dan Kroninya

Sabtu, 24 Mei 2014 - 09:23 WIB
Usai Kudeta, Militer...
Usai Kudeta, Militer Tahan Yingluck dan Kroninya
A A A
BANGKOK - Penguasa militer Thailand menahan mantan Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra kemarin. Yingluck ditahan setelah dia dan para kroninnya diwajibkan melapor kepada militer yang telah mengambil alih kekuasaan di Thailand.

Panglima Militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan - ocha, juga menyatakan bahwa pihaknya akan mereformasi negara sebelum pemilu digelar. Setelah itu, kekuasaan di Thailand akan diserahkan kembali ke publik.

“Kami telah menahan Yingluck, adiknya dan adik iparnya,” kata seorang perwira militer senior Thailand kepada Reuters yang dilansir Sabtu (24/5/2014).

”Kami akan melakukannya (reformasi), tidak lebih dari seminggu, itu akan terlalu panjang. Kita hanya perlu untuk mengatur hal-hal di negara ini,” kata perwira yang menolak untuk diidentifikasi itu.

Dia juga menolak menyebutkan, di mana Yingluck ditahan. Namun, media setempat menyatakan, Yingluck ditahan di sebuah pangkalan militer di Provinsi Saraburi, sebelah utaraBangkok.

Sementara itu, seorang pembantu menteri di kabinet pemerintah terguling yang menolakuntuk diidentifikasi, mengatakan beberapa orang, termasuk menteri juga ditahan. Pihak militer juga masih memberlakukan jam malam di Thailand mulai pukul 22.00-05.00 waktu setempat.

Di wilayah Chiang Mai, massa pro-keluarga Shinawatra yang berjumlah sekitar 80 orang berkumpul di jalan untuk menentang kudeta. Mereka bersumpah untuk tetap berada di jalan setiap hari.

Mantan menteri pendidikan di kabinet pemerintahan Yingluck melalui Facebook, juga mengkritik kudeta militer Thailand. ”Sebuah kudeta hanya akan membuat situasi lebih buruk. Perebutan kekuasaan bukan jalan keluar,” tulis Chaturon Chaisang, nama mantan menteri itu.
(mas)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
4 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
4 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
5 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
7 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
8 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved