Jelang Pemilu, AS Kirim Kapal Perang ke Wilayah Ukraina
Rabu, 21 Mei 2014 - 18:56 WIB
Jelang Pemilu, AS Kirim Kapal Perang ke Wilayah Ukraina
A
A
A
Kiev- Amerika Serikat (AS) dikabarkan kembali mengirimkan kapal perang mereka ke wilayah Laut Hitam, Ukraina. Hal ini dilakukan AS dalam rangka turut mengamankan pemilu di Ukraina yang akan berlangsung akhir pekan ini.
Seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (21/5/2014), pengiriman kapal perang ini merupakan pengiriman lanjutan militer AS yang dimaksudkan untuk melindungi Ukraina dan negara-negara di sekitar mereka dari ancaman aneksasi Rusia.
Sebelumnya, AS dan NATO telah mengirim pasukan mereka ke Polandia dan tiga negara Baltik lainnya, yang khawatir Rusia ingin menciptakan Uni Soviet baru dengan cara mencaplok semua negara pecahan Uni Soviet.
Hal ini nampaknya membuat hubungan Rusia dan Barat semakin memburuk. Ancaman akan terjadinya perang dingin di antara kedua kubu pun semakin besar. Kekawatiran lebih besar muncul bila kedua negara sudah mulai melakukan serangan militer perang dunia ke-3 akan pecah.
Wakil Presiden AS, Joe Biden dalam kunjungannya ke Rumia kembali menegaskan, bila Rusia mencoba untuk menganggu pemilihan umum di negara tetangga tersebut, maka Rusia akan membayar mahal atas apa yang mereka lakukan.
Seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (21/5/2014), pengiriman kapal perang ini merupakan pengiriman lanjutan militer AS yang dimaksudkan untuk melindungi Ukraina dan negara-negara di sekitar mereka dari ancaman aneksasi Rusia.
Sebelumnya, AS dan NATO telah mengirim pasukan mereka ke Polandia dan tiga negara Baltik lainnya, yang khawatir Rusia ingin menciptakan Uni Soviet baru dengan cara mencaplok semua negara pecahan Uni Soviet.
Hal ini nampaknya membuat hubungan Rusia dan Barat semakin memburuk. Ancaman akan terjadinya perang dingin di antara kedua kubu pun semakin besar. Kekawatiran lebih besar muncul bila kedua negara sudah mulai melakukan serangan militer perang dunia ke-3 akan pecah.
Wakil Presiden AS, Joe Biden dalam kunjungannya ke Rumia kembali menegaskan, bila Rusia mencoba untuk menganggu pemilihan umum di negara tetangga tersebut, maka Rusia akan membayar mahal atas apa yang mereka lakukan.
(esn)