Perseteruan memanas, bisnis senjata AS & Rusia bakal diputus

Jum'at, 16 Mei 2014 - 17:12 WIB
Perseteruan memanas,...
Perseteruan memanas, bisnis senjata AS & Rusia bakal diputus
A A A
Sindonews.com – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia semakin memanas. Setelah Rusia memutuskan untuk mematikan semua satelit Amerika Seriakt di Moskow dan mendepak AS dari proyek Stasiun Luar Angkasa (ISS), kini senat AS akan memutus kontrak bisnis senjata antara AS dan perusahaan senjata Rusia.

Senat AS telah mengusulkan RUU untuk melarang setiap transaksi senjata antara AS dengan perusahaan eksportir senjata Rosoboronexport milik Rusia. Padahal, AS saat ini terikat kontrak pembelian senjata dari perusahaan Rusia itu senilai USD1,1 miliar.

RUU itu diusulkan oleh senator Partai Demokrat AS, Richard Blumenthal dan senator Partai Republik Dan Coats dan John Cornyn. Mereka menyerukan segera diakhirinya kontrak antara Pentagon dengan eksportir senjata Rusia.

RUU ini juga akan memblokir setiap perusahaan Amerika atau asing yang bekerja sama dengan Rosoboronexport. ”Situasi bermusuhan di Ukraina adalah contoh terbaru lain mengapa AS harus berhenti melakukan bisnis dengan Rusia dan bisnis senjata,” kata Blumenthal dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Moscow Times, Jumat (16/5/2014).

”Undang-undang ini mengirimkan pesan yang jelas kepada Rusia dan Rosoboronexport , bahwa Amerika tidak akan melakukan bisnis dengan negara-negara yang berperilaku tidak bertanggung jawab dan perusahaan yang mempersenjatai rezim teroris,” lanjut pernyataan itu.

Anggota Kongres AS sebelumnya telah mendesak Pentagon untuk membatalkan kontrak dengan Rosoboronexport. Sebab, eksportir senjata Rusia itu diketahui telah memasok senjata kepada pemerintah Presiden Suriah, Bashar al-Assad. AS menganggap hal itu sebagai dukungan untuk terorisme.

Pentagon pada musim gugur lalu telah membatalkan pembelian helikopter dari Rosoboronexport dari kontrak tahun 2014. ”Mengingat tindakan-tindakan permusuhan Rusia di Ukraina, bisnis seperti biasa tidak dapat diterima,” imbuh Coats dalam sebuah pernyataan. Dia menyerukan diakhirinya “hubungan munafik” antara Pentagon dengan Rosoboronexport.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
20 menit yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
1 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
2 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
2 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
3 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
4 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved